Selat Hormuz Memanas Lagi, Begini Nasib Kapal Tanker Pertamina Pride

PT Pertamina (Persero) mengungkapkan nasib kapal tanker Pertamina Pride yang masih berada di Selat Hormuz. Kapal yang membawa minyak mentah untuk Indonesia tersebut masih menunggu proses perizinan.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) sudah berhasil melewati Selat Hormuz dengan selamat pada 24 Juni 2026 lalu. Kapal tersebut disewa oleh pihak ketiga.
Baron berharap kondisi serupa bisa dialami Pertamina Pride, yang saat ini masih menunggu situasi kembali mereda di wilayah konflik. Ketidakpastian perang AS dan Iran menyebabkan selat tersebut berisiko tinggi bagi kapal tanker atau kargo yang masih terjebak.
"Kita berharap dengan kondisi Selat Hormuz yang masih juga bergejolak, kita juga berharap satu kapal kami lagi, yaitu Pride, sedang memproses tapi tetap akan melihat faktor keselamatan awak, kargo, dan juga kapalnya sendiri. Jadi kami mohon doanya situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas," katanya saat ditemui di Grha Pertamina, Kamis (2/7).
Lebih lanjut, Baron mengatakan bahwa perusahaan sampai saat ini masih memproses perizinan agar Pertamina Pride bisa segera melintas, di tengah memanasnya kembali perang di Teluk Persia tersebut.
"Untuk Pride, sampai dengan saat ini kami sedang berproses untuk perizinannya, dan saat ini karena Selat Hormuz juga memanas kembali," ungkap Baron.
Adapun Kapal Gamsunoro tengah disewa oleh pihak ketiga melalui sebuah manajemen kapal, sehingga isi kargo tersebut bukan milik Indonesia. Berbeda halnya dengan kapal Pertamina Pride, yang rencananya akan bersandar di Kilang Cilacap.
"Sehingga pelaksanaan kargo dari Pride masih tertunda, dan nanti apabila sudah melintas sebenarnya itu adalah untuk di Cilacap, Kilang Cilacap," tandas Baron.
Sebelumnya, Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan kapal Gamsunoro berhasil melewati Selat Hormuz pada Rabu (24/6) pukul 20.00 WIB setelah sebelumnya tertahan di Teluk Persia sejak awal Maret 2026.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini,” kata Vega dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).
“Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab,” lanjutnya.
Vega mendetailkan bahwa Gamsunoro mulai bergerak dari Teluk Persia pada Rabu mulai pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Teknisnya, kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB lalu dinyatakan berhasil melintasi Selat Hormuz empat jam kemudian.
Sedangkan terkait armada kapal milik PIS lainnya, yakni VLCC Pertamina Pride, saat ini tengah dalam persiapan untuk bergerak. Namun demikian, pergerakan Pertamina Pride tetap mengamati perkembangan situasi keamanan, lalu lintas perairan dan risiko lainnya termasuk pertimbangan terhadap rekomendasi internasional.
