Semen Indonesia Siapkan Rp 1,5 T untuk Fasilitasi Pembangunan Ramah Lingkungan
·waktu baca 2 menit

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berupaya menciptakan peluang melalui pengembangan diversifikasi produk dan layanan untuk mengokohkan posisi sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang berkelanjutan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Semen Indonesia Andriano Hosny Panangian mengungkapkan, permintaan semen yang ramah lingkungan semakin tinggi dengan adanya perubahan iklim. Perseroan menyikapi dengan perlunya menciptakan produk yang karakteristik dengan CO2 dan clinker factor lebih rendah, serta pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
“Total capital expenditure untuk melakukan program secara keseluruhan Rp 1,5 triliun. Kita sudah punya programnya, (salah satunya) instalasi proses untuk peningkatan energi panas atau Thermal Substitution Rate atau TSR di setiap pabrik mulai tahun ini hingga 3-4 tahun ke depan,” kata Hosny dalam Public Expose Live 2022, Jumat (16/9).
Perseroan berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,5 persen atau setara 15 kg CO2/ton semen yang dikontribusikan dari penurunan clinker factor sebesar 0,8 persen, dan peningkatan TSR sebesar 1,7 persen.
“Penggunaan biomassa ini sebagai cara untuk meningkatkan TSR. TSR pabrik kita di Cilacap mencapai 15 persen, kemudian PT Semen Tonasa menggunakan biomassa dan TSR sudah 8 persen,” lanjutnya.
Suplai EBT emiten semen pelat merah ini juga didorong dengan instalasi solar panel melalui Power Purchase Agreement dengan penyedia listrik lokal. Solar panel ini dibangun untuk meningkatkan efisiensi biaya listrik dan mengurangi emisi CO2.
"Solar panel ditargetkan memproduksi 580 watt di tahun 2030. Tahun ini kita sudah mulai, tapi belum besar dan eskalasi dimulai tahun depan," ujar Hosny.
Saat ini SIG memiliki lima merek semen yang kuat dan menjadi pemimpin pasar di masing-masing regional, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix serta Semen Andalas. Selain itu SIG memiliki pabrik semen terintegrasi di delapan lokasi, pabrik pengemasan di 26 lokasi, enam pabrik penggilingan semen, dan tujuh pelabuhan.
PT Semen Indonesia berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang semester 1 2021. Perseroan berhasil meningkatkan pendapatan dari pasar domestik sebesar 1,8 persen.
Perseroan juga mampu mempertahankan EBITDA sebesar Rp 3,53 triliun dengan marjin EBITDA yang meningkat 0,4 persen menjadi 22,3 persen. Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 4,4 persen menjadi Rp 829 miliar, dan marjin laba bersih meningkat 0,3 persen menjadi 5,2 persen dibandingkan tahun 2021.
