Kumparan Logo

Semester I 2020, Realisasi Investasi Sektor Kelistrikan Capai Rp 55,5 T

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bangunan PLTU. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bangunan PLTU. Foto: Getty Images

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi investasi di sektor ketenagalistrikan pada semester I 2020 sebesar USD 3,97 miliar atau setara dengan Rp 55,5 triliun (kurs dolar Rp 14.000). Angka tersebut terdiri dari investasi PT PLN (Persero) sebesar USD 2,64 miliar, investasi pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) sebesar USD 1,23 miliar, dan Private Power Utility (PPU) sebanyak USD 0,10 miliar.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, mengungkapkan bahwa sejatinya realisasi investasi sebelum pandemi COVID-19 menunjukkan tren yang positif. Sayangnya sejak Mei 2020, realisasi selalu di bawah target.

“Jadi kalau kita lihat sebelum COVID-19 realisasi melampaui target. Tapi di Mei sudah mulai renggang antara target dan realisasi,” ungkap Jisman dalam konferensi pers daring Capaian Kinerja Subsektor Ketenagalistrikan, Kamis (30/7).

Jisman merinci investasi pada bulan Maret ditargetkan sebesar USD 1,79 miliar, realisasinya mencapai USD 2,5 miliar. Kemudian pada bulan April, target investasi dipatok senilai USD 2,99 miliar, realisasinya sebesar USD 3,3 miliar.

Ilustrasi Pembangunan Jaringan Listrik. Foto: Michael Agustinus/kumparan

Namun, realisasi investasi pada bulan Mei hanya tercatat USD 3,7 miliar dari target yang dipatok sebesar USD 4,18 miliar. Makin parah, realisasi investasi ketenagalistrikan pada bulan Juni hanya menyentuh USD 3,97 miliar. Padahal targetnya adalah sebesar USD 5,38 miliar.

Menurut Jisman, lambatnya investasi disebabkan arus barang dan tenaga kerja yang terkendala COVID-19. Akibatnya pengerjaan proyek kelistrikan juga terhambat dan belanja investasi pun terganggu. “Antara April-Mei ada pekerjaan yang tertahan,” ujarnya.

kumparan post embed

Dengan kondisi ini, Jisman pun tak menampik adanya potensi penundaan jadwal operasional beberapa pembangkit listrik. Namun Jisman tetap berharap dengan dibukanya kembali beberapa aktivitas ekonomi, investasi di sektor listrik juga perlahan mulai bangkit.

“Dengan drop begini ada kemungkinan pemunduran beberapa pembangkit yang akan beroperasi. Mudah-mudahan kalau semuanya dibuka menuju new normal, mungkin nanti ada kenaikan realisasi,” tutupnya.