kumparan
search-gray
Bisnis30 Juli 2020 23:16

Semester I 2020, Realisasi Investasi Sektor Kelistrikan Capai Rp 55,5 T

Konten Redaksi kumparan
Semester I 2020, Realisasi Investasi Sektor Kelistrikan Capai Rp 55,5 T (372911)
Ilustrasi bangunan PLTU. Foto: Getty Images
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi investasi di sektor ketenagalistrikan pada semester I 2020 sebesar USD 3,97 miliar atau setara dengan Rp 55,5 triliun (kurs dolar Rp 14.000). Angka tersebut terdiri dari investasi PT PLN (Persero) sebesar USD 2,64 miliar, investasi pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) sebesar USD 1,23 miliar, dan Private Power Utility (PPU) sebanyak USD 0,10 miliar.
ADVERTISEMENT
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, mengungkapkan bahwa sejatinya realisasi investasi sebelum pandemi COVID-19 menunjukkan tren yang positif. Sayangnya sejak Mei 2020, realisasi selalu di bawah target.
“Jadi kalau kita lihat sebelum COVID-19 realisasi melampaui target. Tapi di Mei sudah mulai renggang antara target dan realisasi,” ungkap Jisman dalam konferensi pers daring Capaian Kinerja Subsektor Ketenagalistrikan, Kamis (30/7).
Jisman merinci investasi pada bulan Maret ditargetkan sebesar USD 1,79 miliar, realisasinya mencapai USD 2,5 miliar. Kemudian pada bulan April, target investasi dipatok senilai USD 2,99 miliar, realisasinya sebesar USD 3,3 miliar.
Semester I 2020, Realisasi Investasi Sektor Kelistrikan Capai Rp 55,5 T (372912)
Ilustrasi Pembangunan Jaringan Listrik. Foto: Michael Agustinus/kumparan
Namun, realisasi investasi pada bulan Mei hanya tercatat USD 3,7 miliar dari target yang dipatok sebesar USD 4,18 miliar. Makin parah, realisasi investasi ketenagalistrikan pada bulan Juni hanya menyentuh USD 3,97 miliar. Padahal targetnya adalah sebesar USD 5,38 miliar.
ADVERTISEMENT
Menurut Jisman, lambatnya investasi disebabkan arus barang dan tenaga kerja yang terkendala COVID-19. Akibatnya pengerjaan proyek kelistrikan juga terhambat dan belanja investasi pun terganggu. “Antara April-Mei ada pekerjaan yang tertahan,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, Jisman pun tak menampik adanya potensi penundaan jadwal operasional beberapa pembangkit listrik. Namun Jisman tetap berharap dengan dibukanya kembali beberapa aktivitas ekonomi, investasi di sektor listrik juga perlahan mulai bangkit.
“Dengan drop begini ada kemungkinan pemunduran beberapa pembangkit yang akan beroperasi. Mudah-mudahan kalau semuanya dibuka menuju new normal, mungkin nanti ada kenaikan realisasi,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white