Semringah Pedagang Pasar Tanah Abang Menanti Ramadhan Datang

Jam baru menunjukkan pukul 4.00 WIB dini hari saat Aripin (36 tahun), beres menata dagangannya di Blok F Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kesibukan tersebut baru mulai ditekuni lagi oleh lelaki asal Sunda ini, seiring dengan akan datangnya momentum Ramadhan 2021.
Kepada kumparan, Aripin mengakui aktivitas pedagang dadakan yang menjajakan jilbab hingga mukena ini baru menggeliat lagi sejak sebulan menjelang puasa.
Dia tak sendiri, puluhan pedagang yang datang dari Rancaekek hingga Tasikmalaya, bisa dijumpai tiap Senin dan Kamis dini hari di salah satu pusat tekstil terbesar Tanah Air. Mereka mencoba peruntungan lagi, meski harus melakukan tes swab sebagai syarat masuk ke ibu kota.
Setidaknya, ia merasakan adanya perbaikan dalam aktivitas jual beli. Meskipun angkanya baru mencapai 30 persen jika dibandingkan momentum Ramadhan sebelum pandemi COVID-19 merebak.
"Paling tidak bisa menjual 1 sampai 3 karung berisi 15-30 kodi dengan sistem grosiran. Kalau dibandingkan pas mau Ramadhan sebelum pandemi, turunlah pasti, cuma 30 persen," cerita Aripin kepada kumparan, Minggu (4/4).
Harapan akan pulihnya jual beli ini juga diakui oleh Surya Oktoberianto (28 tahun). Pedagang busana muslim di Blok A Tanah Abang ini baru mulai memperbanyak lagi stok barang di dua toko miliknya.
Surya optimistis, Ramadhan kali ini tak bernasib apes seperti tahun lalu. Ia mengingat momentum Ramadhan kemarin sebagai kondisi terburuk selama 5 tahun menjadi pedagang.
Pasalnya, ia harus melewatkan momentum puasa tanpa berjualan sehari pun. Soalnya Pasar Tanah Abang terimbas kebijakan pembatasan dari sejak Maret hingga Agustus 2020.
"Alhamdulillah sekarang sudah mulai diisi lagi kedua toko. Paling tidak adalah harapan jual beli bisa membaik tahun ini," pungkas Surya kepada kumparan.
Promotion Manager Pengelola Pasar Tanah Abang, Hery Supriyatna, mengakui kembali bergairahnya suasana pasar. Ini dibuktikan dengan jumlah toko yang sudah dibuka bahkan mencapai 90 persen.
"Toko buka sudah mencapai 85 sampai 90 persen. Persentase jual beli jelang ramadhan ini diperkirakan sudah bisa mencapai 60-65 persen dari kondisi normal," tutur Hery kepada kumparan, Minggu (4/4).
