Sentimen Perang Dagang Masih Jadi Tantangan IHSG 2020

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di level 6.299,53 pada penutupan perdagangan akhir 2019, Senin (30/12). Angka itu turun 0,47 persen dari perdagangan Jumat (27/12) 6.329,31 poin.
Indeks saham tersebut menguat tipis 1,69 persen secara year on year dibandingkan penutupan perdagangan tahun lalu di level 6.194,50.
Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, mengatakan perang dagang masih akan menjadi tantangan bagi pergerakan IHSG di 2020.
"Saya kira IHSG akan sangat tergantung pada kesepakatan trade war," ujar Lukman dalam riset yang diterima kumparan, Selasa (31/12).
Lukman menilai akan ada ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang yang masih bakal mendominasi di tahun depan. Dia memprediksi kinerja IHSG akan lebih buruk jika perang dagang masih memanas.
Menurut Lukman, IHSG akan lebih cenderung terkoreksi hingga dibawah level 6.000. Selain karena perang dagang, pelemahan IHSG juga akan terdampak oleh bursa di Amerika Serikat yang rentan terkoreksi sehingga turut mempengaruhi sentimen IHSG.
Para investor diminta agar lebih berhati-hati dalam berinvestasi. Dia merekomendasikan para investor menghindari berinvestasi di perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan perhotelan.
"Tahun ini penerbangan udah turun, dengan biaya bahan bakar meningkat akan menekan industri travel dan pariwisata. Saya kira sektor energi masih bagus, dan harga energi masih akan naik," ujarnya.
