Kumparan Logo

Sepanjang 2019, Laba Bersih Unilever Anjlok Rp 1,7 Triliun

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Unilever Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Unilever Foto: Wikimedia Commons

Sepanjang 2019, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih sebesar Rp 7,4 triliun. Angka ini turun 18,68 persen atau setara Rp 1,7 triliun dibandingkan periode yang sama 2018 yang tercatat sebesar Rp 9,1 triliun.

Meski laba bersih mengalami penurunan, namun perseroan berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp 42,9 triliun atau naik 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Sancoyo Antarikso mengatakan, jika dibandingkan secara langsung, pertumbuhan penjualan UNVR pada 2019 hanya meningkat sebesar 2,7 persen. Hal ini dikarenakan pada penjualan bersih 2018 masih mengandung penjualan kategori Spreads.

Untuk memperoleh perbandingan yang setara, maka angka penjualan kategori Spreads yang telah didivestasi Perseroan pada kuartal III 2018 harus dikeluarkan dari angka penjualan bersih tahun 2018, sehingga mendapatkan angka pertumbuhan penjualan bersih 2019 sebesar 4,8 persen.

“Begitu pula dengan laba perseroan. Pada tahun 2019 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 7,4 triliun. Jika dibandingkan secara langsung, laba perseroan terlihat menurun dibanding tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 9,1 triliun,” ungkap Sancoyo dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Sabtu (1/2).

com-Unilever, kampanye Setiap U Berikan Kebaikan Foto: Dok. Unilever

Menurutnya, kondisi ini disebabkan pada 2018, Perseroan memperoleh keuntungan tidak reguler (once-off gain) dari divestasi kategori Spreads sebesar Rp 2,1 triliun. Bahkan pada 2018 perseroan masih mendapat laba dari kategori Spreads sebesar Rp 200 miliar.

“Jika laba tahun 2019 dibandingkan dengan laba tahun 2018 tanpa memperhitungkan keuntungan tersebut, maka laba bersih perseroan meningkat sebesar 9,3 persen,” ujarnya.

Peningkatan penjualan pada 2019 tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan domestik yang meningkat 5,8 persen karena berbagai inovasi yang dilakukan UNVR.

Menurut Sancoyo, pihaknya berkomitmen untuk memberikan kinerja keuangan jangka panjang yang positif. Caranya yaitu dengan menciptakan keseimbangan yang baik antara pertumbuhan dan margin melalui model bisnis berkelanjutan kami.

“Perseroan terus melakukan serangkaian inovasi dalam berbagai lini bisnisnya, dengan begitu produk dan layanan kami akan selalu relevan bagi konsumen di masa depan. Upaya-upaya ini juga kami yakini akan mampu terus menunjang kinerja keuangan jangka panjang kami yang positif,” tandasnya.