Sepi Pembeli, Harga Daging Kerbau hingga Cabai di Pasar Tradisional Turun
·waktu baca 3 menit

Sejumlah bahan pokok di pasar tradisional mengalami penurunan harga. Pantauan kumparan di Pasar Minggu dan Pasar Kramat Jati, Jakarta, harga daging kerbau, daging sapi, daging ayam, telur, hingga cabai turun.
Untuk harga daging kerbau di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, turun menjadi 130.000 per kg dan daging sapi yang masih banyak peminat harganya masih tinggi senilai 135.000 per kg. Sementara harga daging sapi di Pasar Kramat jati dijual lebih murah sekitar Rp 130.000 per kg.
“Daging sapi sebelumnya harganya Rp 140.000 per kg sekarang turun 130.000 karena lagi sepi. Tapi ya naik turun sih harganya,” ujar Bagus, pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati kepada kumparan, Minggu (10/4).
Daging ayam terpantau turun di Pasar Minggu. Untuk daging ayam ukuran medium yang sebelumnya dipatok Rp 38.000 per ekor saat ini turun senilai Rp 40.000 per ekor, sama halnya dengan daging ayam ukuran besar yang sebelumnya harganya Rp 50.000 per ekor turun menjadi Rp 45.000 per ekor.
Sementara harga daging ayam di Pasar Kramat Jati harga sedikit lebih mahal. Untuk daging ayam ukuran kecil harganya Rp 45.000 per ekor dan untuk ukuran besar harganya Rp 50.000 per ekor.
Harga Cabai dan Telur Juga Turun
Tak hanya daging sapi dan kerbau, harga cabai juga terpantau turun hari ini. Sebelumnya, harga cabai dijual Rp 30.000 hingga 40.000 per kg, sekarang turun menjadi Rp 25.000 per kg.
Menurut pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Rahma, turunnya harga cabai disebabkan oleh panen raya yang berlangsung sejak minggu lalu. “Ya, turun soalnya sudah panen di mana-mana,” ujar Rahma.
Pedagang sembako di Pasar Kramat Jati, Rini, mengeluhkan sepinya pembeli, menurutnya hal ini berdampak pada harga jual menjadi turun. Khususnya telur yang turun menjadi Rp 24.000 per kilo.
“Pasarnya sepi ya turun, jadi dari sananya diturunin,” kata Rini.
Minyak Goreng Curah Langka dan Mahal
Untuk harga minyak goreng di Pasar Minggu dan Pasar Kramat Jati terpantau masih stagnan di harga Rp 26.000 per liter. Sedangkan harga minyak goreng curah masih langka dan beberapa kios menjual Rp 22.000 per kilo.
“Paling murah harga minyak goreng kemasan Rp 25.000 per liter, harga semua sudah merata di pasar. Sebenernya masih ada yang beli, tapi, ya, banyak juga yang komplain karena harga masih mahal,” kata Amir, pedagang sembako di Pasar Minggu.
Selain itu berdasarkan pengecekan kumparan, beberapa kios di Pasar Kramat Jati juga mulai mengurangi stok minyak goreng akibat harga minyak goreng yang tak kunjung turun.
