Kumparan Logo

Sepi Seperti Gedung Berhantu, Pabrik Mobil Italia Tutup Gara-gara Virus Corona

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pabrik mobil yang sepi ditinggalkan sebagian besar pekerja. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pabrik mobil yang sepi ditinggalkan sebagian besar pekerja. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Meluasnya virus corona di Italia, memaksa industri otomotif di negara itu untuk berhenti berproduksi. Italia yang dikenal dengan produk otomotif merek Fiat, menutup empat pabrik mobil Fiat Chrysler (FCAU) yang ada di sana.

Penutupan pabrik ini merupakan konsekuensi dari kebijakan Pemerintah Italia yang melakukan lockdown (penutupan total), yang melarang berkumpulnya orang dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menahan penularan virus corona.

CNN Business mengutip pernyataan pabrikan mobil Italia-Amerika itu, Rabu (11/3), menyebutkan pabrik akan ditutup dan tingkat produksi berkurang untuk mendukung kampanye nasional mengatasi krisis Covid-19.

Seorang juru bicara Fiat-Chrysler mengatakan, pabrik yang terkena dampak di Italia akan ditutup selama sisa minggu ini untuk meminimalkan risiko penularan di antara karyawan. Mereka diperkirakan akan berproduksi kembali pada 16 Maret 2020.

Italia berada di posisi ke-8 kekuatan ekonomi global. Industri otomotif menjadi salah satu penyokong ekonomi negara itu, selain pariwisata. Kedua sektor itu kini mati suri akibat pandemi virus corona.

Tak hanya Italia yang industri otomotifnya terganggu. Bisnis serupa di negara lain yang masih relatif aman dari virus corona pun, terkena dampaknya. Hal ini karena rantai pasokan (supply chain) industri otomotif terganggu.

Volkswagen. Foto: Reuters/Suzanne Plunkett

Kondisi di Italia itu berbanding terbalik dengan di China, yang mulai membuka lagi operasional pabrik mobil mereka.

Volkswagen (VLKAF), produsen mobil terbesar di dunia, mengatakan hampir semua pabrik mereka di China mulai berproduksi lagi. Nissan (NSANF) juga mulai membuka tiga pabriknya di China bulan lalu.

Masih ada dua unit produksi Nissan yang tutup di Provinsi Hubei dan Henan - diperkirakan akan dibuka kembali akhir pekan ini.

kumparan post embed

Virus corona tak hanya menghadang industri otomotif dari sisi produksi. Tapi juga membuat permintaan turun drastis, karena China yang pertama terserang virus corona, merupakan pasar mobil terbesar di dunia.

Penurunan tajam permintaan di China telah mengancam resesi industri otomotif. Penjualan kendaraan penumpang di China, turun 92 persen pada paruh pertama Februari.