Serap Investasi Rp 6,5 T, KEK Sei Mangkei Jadi Pusat Hilirisasi Sawit

21 September 2025 14:04 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Serap Investasi Rp 6,5 T, KEK Sei Mangkei Jadi Pusat Hilirisasi Sawit
KEK Sei Mangke diharapkan bisa mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional.
kumparanBISNIS
Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
ADVERTISEMENT
Kemenko Bidang Perekonomian mengungkap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang berada di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara telah menyerap investasi sebesar Rp 6,5 triliun.
ADVERTISEMENT
Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan KEK Sei Mangke telah berkembang menjadi pusat hilirisasi sawit dan mampu mencatatkan ekspor senilai Rp 2,7 triliun hingga 2024.
“Kami sangat berharap perkembangan KEK dan investasi di wilayah Sumatera Utara ini bisa mendukung perekonomian daerah, yang pada akhirnya bisa mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Haryo dalam keterangannya, Minggu (21/9).
Haryo mengadakan diskusi serta kunjungan lapangan ke KEK Sei Mangkei dan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara untuk memastikan integrasi antara kawasan industri dan pelabuhan internasional dapat berjalan dengan optimal.
Diskusi itu dihadiri oleh Kepala Administrator KEK Sei Mangkei Elfi Haris, Kabid Fasilitas Kanwil DJBC Sumut Rafik, Kepala KPPBC Kuala Tanjung Agus Sujendro, Secretary Corporate PT KINRA Miswarinda, serta sejumlah perwakilan stakeholders lainnya.
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO
Dia juga mengungkap perluasan kawasan yang dilakukan melalui proyek KernelMax diproyeksikan akan mendatangkan tambahan investasi sekitar USD 20 juta atau setara dengan Rp 366,23 miliar (dengan kurs Rp 16.647 per dolar AS) dan telah menyerap sekitar 9.600 tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut Haryo menjelaskan, dalam diskusi tersebut pihak yang hadir menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur penunjang agar KEK Sei Mangkei untuk menjaga kelancaran aktivitas industri. Hal-hal tersebut meliputi ketersediaan energi, perumahan, serta fasilitas akomodasi dan hunian yang layak bagi pekerja.
Haryo juga meninjau Pelabuhan Kuala Tanjung yang diproyeksikan akan menjadi simpul logistik internasional yang terintegrasi dengan KEK Sei Mangkei. Dengan integrasi ini, nantinya arus barang akan menjadi lebih lancar, biaya logistik bisa ditekan, dan akses produk-produk hilir Indonesia bisa lebih terbuka. Penguatan infrastruktur pelabuhan di Sumatera Utara juga bertujuan untuk menjadi pintu gerbang perdagangan strategis di kawasan barat Indonesia.
Haryo juga membeberkan realisasi investasi KEK hingga semester I 2025 yang telah mencapai Rp 294,4 triliun secara akumulatif dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 187 ribu orang.
ADVERTISEMENT