Serapan Beras Petani Capai 98 Ribu Ton, Rencana Bulog Impor Tetap Lanjut
·waktu baca 2 menit

Perum Bulog menyatakan penyerapan beras dalam negeri telah meningkat menjadi 8 ribu ton per hari. Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan realisasi serapan panen raya sudah mencapai 98 ribu ton.
"Realisasi sudah mengalami peningkatan. Minggu lalu per hari 5 ribu, sekarang sudah 8 ribu per hari," kata Suyamto saat kunjungan ke Pasar Rawamangun bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Senin (3/4).
Suyamto menuturkan, Bulog akan memprioritaskan penyerapan hasil panen dalam negeri untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini, Bulog tercatat menyimpan pasokan 340 ton minggu ini, dari yang sebelumnya 220 ribu ton.
"Semoga akan terus bertambah karena kita juga terus menyerap produksi dalam negeri," jelasnya kepada awak media.
Meski begitu, Suyamto tidak menampik rencana impor beras 2 juta ton akan berlanjut sesuai rencana. Ia menuturkan Bulog tengah memasuki tahap pengadaan impor beras.
“Importasi untuk cadangan beras nasional tetap dilakukan. Kita target, supaya bisa datang sesuai jadwal. Saat ini sedang pengadaan,” tuturnya.
Sebelumnya, Mendag Zulhas menyebut pihaknya akan memberi dukungan penuh atas keputusan pemerintah untuk impor 2 juta ton beras hingga akhir September. Hal ini merupakan keputusan rapat terbatas dengan Presiden Jokowi.
Dari 2 juta ton beras tersebut, 500 ribu ton di antaranya harus segera diimpor untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).
“Menteri Perdagangan tugasnya supporting. Jadi kalau sudah rapat memutuskan, diperintah ya kita kerjain,” sambungnya.
