kumparan
14 Juni 2018 0:12

Serba-serbi Camilan Khas Bogor Bisa Buat Oleh-oleh Lebaran

Oleh-oleh khas Bogor
Oleh-oleh khas Bogor di Baranangsiang. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Meski banyak warga Bogor yang mudik ke kampung halaman seperti ke Jawa, Sumatera, dan berbagai daerah lainnya, kota hujan ini tidak pernah sepi dikunjungi. Sebab, kawasan puncak dan spot wisata lainnya masih menjadi tujuan liburan warga Jakarta yang tidak mudik pada hari kedua Lebaran.
ADVERTISEMENT
Saat hendak wisata ke Bogor dan kembali ke ibu kota, banyak warga Jakarta yang membeli oleh-oleh di Bogor. Salah satunya di sekitar Terminal Baranangsiang. Di sini berjejer toko oleh-oleh khas Bogor.
Penjual oleh-oleh khas Bogor, Asep mengatakan, di sekitar Terminal Baranangsiang memang kerap menjadi pilihan warga Jakarta membeli oleh-oleh. Saat musim Lebaran seperti ini, katanya, paling ramai dikunjungi di hari kedua Lebaran.
Oleh-oleh khas Bogor
Oleh-oleh khas Bogor di Baranangsiang. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
“Hari kedua Lebaran, mereka yang di Jakarta kan banyak yang ke Puncak. Pulangnya, macet nih depan jalan raya, sekalian mampir ke sini beli oleh-oleh. Paling ramai pas hari kedua,” kata Asep saat ditemui kumparan di tokonya, Rabu (13/6).
Lokasi toko Asep yang berada di sisi kiri dari arah Puncak memang diuntungkan. Selain karena berdampingan dengan rumah makan padang, juga karena jalur kiri merupakan arah balik ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
Sementara mereka yang ingin beli oleh-oleh di toko seberang, arah puter kendaraannya jauh seiring dengan kebijakan Pemkot Bogor yang memberlakukan satu jalur di dekat Tugu Kujang Kota Bogor, tak jauh dari tokonya.
Oleh-oleh Khas Bogor
Oleh-oleh Khas Bogor, Jumpa Bogor. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Asep mengaku, saat musim Lebaran tiba, kenaikan penjualannya bahkan bisa lebih dari 50%. Dia mengaku, jika di hari-hari biasa pendapatan yang diterimanya sekitar Rp 2 juta-Rp 3 juta, di musim Lebaran, bisa mencapai Rp 10 juta dari dua tokonya yang bersebelahan.
Asep sendiri sudah menjual oleh-oleh Lebaran sejak 10 tahun lalu. Di tahun kelima, dia membuka toko serupa di sebelahnya.
“Enggak menentu ya. Kalau hari-hari biasa Rp 2 juta-Rp 3 juta. Kalau hari Lebaran gini bisa mencapai Rp 10 juta sehari,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Oleh-oleh Khas Bogor
Oleh-oleh Khas Bogor, Jumpa Bogor. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Asep mengaku, di tokonya ada sekitar 50-an lebih oleh-oleh yang dijual di sana. Mulai dari kue kering, kue unyil, kue dari bahan talas, hingga asinan. Khusus untuk kue-kue dari bahan dasar talas dan asinan paling banyak dicari.
Toko oleh-oleh di samping toko Asep bernama Jumpa Bogor (Jumbo) juga mengalami peningkatan penjualan saat Lebaran. Marketing Communication Jumbo, Boby Syahputra mengatakan, kenaikan penjualan sekitar 10% hingga 15%.
Bobby mengaku, sebenarnya saat sepekan lagi mau Lebaran sudah banyak orang yang membeli kue khas Bogor di tokonya untuk di oleh-oleh mudik. Hanya saja, kenaikan mulai terjadi pada H-3 dan H+7 Lebaran.
Oleh-oleh khas Bogor
Oleh-oleh khas Bogor di Baranangsiang. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
“Sekitar H-3 dan H+7 ramainya. Tapi puasa tahun ini kalau di kita dari tanggal 4-5 Juni juga sudah lumayan traffic-nya. Mungkin karena sudah banyak THR yang turun 2 minggu sebelum Lebaran kali ya,” ucap Bobby.
ADVERTISEMENT
Sayangnya Bobby enggan merinci berapa pendapatan yang diterima tokonya.
Bobby mengaku Jumbo sudah berdiri sejak 1985. Awalnya toko ini hanya menjual roti tawar dan roti manis. Setelah itu berproduksi sendiri untuk Roti Unyil, Lapis Talas, Asinan, Bolu Bogor, Bolu Bakar, Strudel Bogor, Spikoe Roll, dan lainnya.
Untuk harga oleh-olehnya di antaranya Strudel Bogor Rp 45.000- Rp 50.000 per kotak. Spikoe Roll Rp 35.000 per kotak. Lapis Talas Rp 30.000 per kotak. Roti Unyil Rp 1.600 per pieces. Yang lainnya seperti snack bervariasi mulai dari Rp 15.000 ke atas.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan