kumparan
11 November 2019 7:47

Serba-serbi Hari Pertama Pendaftaran CPNS

Computer Assited Tes (CAT) CPNS
Sejumlah peserta mengikuti Seleksi Kompetensi (SKD) menggunakan sistem Computer Assited Tes (CAT) CPNS secara serantak. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pemerintah mulai membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hari ini, 11 November 2019. Segala persiapan sudah dilakukan termasuk oleh kementerian atau lembaga yang membuka kesempatan bagi masyarakat menjadi abdi negara.
ADVERTISEMENT
Persiapan tidak hanya terkait formasi, tetapi juga server yang dijadikan sebagai sarana masyarakat mendaftar CPNS.
Lalu, apa saja serba-serbi Hari Pertama CPNS?
- Server BKN Siap Tampung Pendaftar CPNS
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana memastikan, server sudah siap menampung peserta yang akan mendaftar secara online.
“Server BKN siap. Dukcapil juga siap,” kata Bima.
Bima memperkirakan, di hari pertama pembukaan masih banyak masyarakat yang memeriksa keadaan pendaftaran terlebih dahulu. Ia menjelaskan, kebanyakan masyarakat akan mulai mendaftar menjelang masa penutupan.
ujian seleksi CPNS 2018
Sejumlah peserta mengikuti ujian seleksi CPNS 2018. Foto: ANTARA FOTO/Jojon
- Prediksi Ada 4,5 juta Pendaftar CPNS
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana memprediksi, masih banyak masyarakat yang ingin mendaftar CPNS. Ia memperkirakan, jumlahnya tidak kalah dengan tahun 2018 yang berada di kisaran angka 4,5 juta pendaftar.
ADVERTISEMENT
“Tahun lalu 4,5 jutaan pendaftar. Antisipasinya (tahun 2019) di angka itu,” kata Bima.
Bima mengungkapkan, biasanya masyarakat akan membeludak pada saat menjelang masa akhir pendaftaran. Untuk itu, ia memastikan pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan termasuk dari kesiapan server.
Selain itu, Bima menjelaskan, tidak semua kementerian atau lembaga langsung membuka pendaftaran pada 11 November. Sebab, ada instansi tertentu masih harus melakukan validasi formasi yang disediakan.
Seleksi Peserta CPNS di Jakarta
Peserta berdoa sebelum mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (26/10/2018). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
- PNS di Daerah Terpencil Kurang Peminat
Antusiasme mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ternyata tidak sama antara di kota besar dan daerah terpencil. Kursi CPNS memang banyak yang memperebutkan di wilayah Jawa, tetapi tidak untuk di Papua dan sekitarnya.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan, seringkali saat lowongan CPNS dibuka, di daerah terpencil tidak ada peminatnya.
ADVERTISEMENT
“Sering (tidak ada pendaftar). Itu juga jadi masalah. Mencari dokter, S1-Teknik (mesin, sipil, arsitektur) atau guru fisika, matematika, biologi, kimia tidak semua bisa. Di Jawa tidak masalah, tapi di daerah terpencil sangat terbatas,” kata Bima.
Selain tidak ada peserta yang mendaftar, Bima mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) seperti di Papua dan Papua Barat sering memilih putra daerah. Hal itu, kata Bima, dilakukan karena tekanan pencari kerja di wilayah tersebut.
Seleksi Peserta CPNS di Jember
Peserta duduk di ruang tunggu sebelum mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gedung Serbaguna Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Jumat (26/10/2018). Foto: ANTARA FOTO/Seno
- Tips Mendaftar CPNS
Harus diakui masyarakat Indonesia sangat antusias saat pemerintah membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Setidaknya hal itu bisa dilihat saat tahun 2018 pendaftarnya mencapai sekitar 4,5 juta.
Kesempatan CPNS 2019 harus dimaksimalkan dengan baik khususnya bagi yang ingin benar-benar mengabdikan diri kepada negara. Untuk itu, jangan asal mendaftar saja tanpa memperhatikan detail yang diinginkan pemerintah.
ADVERTISEMENT
Nah, bagi kalian yang akan ikut seleksi CPNS 2019, berikut ada tips langsung dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.
“Baca dengan teliti formasi yang dipilih dan syarat pendaftarannya. Terutama lokasi dan pendidikan,” kata Bima.
Bima mengatakan, hal itu terkesan tidak begitu penting sehingga tidak diperhatikan dengan baik. Padahal, kata Bima, tahun 2018 banyak yang gagal hanya pada saat seleksi administrasi.
“Tahun lalu banyak sekali yang gagal di seleksi administrasi karena tidak teliti membaca,” ujar Bima.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan