Sering Disindir, Sri Mulyani Santai Kerja Bareng Prabowo

Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi dengan santai kini berada dalam kabinet yang sama dengan Prabowo Subianto, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Prabowo merupakan calon presiden dengan nomor urut 02. Selama masa kampanye, Prabowo kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Bahkan tak jarang, mantan Danjen Kopassus itu melontarkan sindiran kepada sejumlah menteri di Kabinet Kerja, salah satunya Sri Mulyani yang disebut sebagai Menteri Pencetak Utang.
"Kita mindset enggak seperti itu ya, karena kita di Kemenkeu banyak kabinet yang mantan jenderal, ketua parpol, politisi, kita tetap bekerja sama dengan baik. Jadi mindset kita untuk kerja sama, karena prioritas program jelas oleh Bapak Presiden," ujar Sri Mulyani di Aula Mezzanine, Kemenkeu, Jakarta, Rabu (23/10).
Sri Mulyani pun memastikan, pihaknya akan terus menjalin koordinasi yang baik dengan menteri lainnya di Kabinet Indonesia Maju. Termasuk dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kementerian yang menaungi Kemenkeu.
"Perubahan Pak Airlangga dari Menperin ke Menko merupakan suatu transisi yang mungkin positif, karena beliau sudah tahu cukup banyak mengenai tantangan di sektor industri manufaktur yang merupakan salah satu kunci di dalam menyelesaikan atau menjawab persoalan yang berhubungan dengan defisit transaksi berjalan," jelasnya.
Prabowo Subianto pernah menyindir kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut Prabowo, sebagai Menkeu Terbaik Dunia versi The Banker, Sri Mulyani seharusnya malu karena prestasinya sebatas menambah utang untuk menambal defisit anggaran.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam deklarasi dukungan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTISI) di Gedung Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (25/1).
"Utang numpuk terus kalau menurut saya jangan disebut lagi ada Menteri Keuangan tapi Menteri Pencetak Utang. Bangga gitu ngutang. Yang suruh bayar orang lain," kata Prabowo.
