Kumparan Logo

Sesmenko Perekonomian Ungkap Potensi Investasi di 3 KEK Tembus Rp 557 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jumat (19/6/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jumat (19/6/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan minat investor asing menanamkan investasi di Indonesia masih tinggi. Ia mencontohkan potensi investasi baru yang masuk ke tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) manufaktur yakni KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang di Bintan, mencapai Rp 557 triliun.

Susiwijono mengatakan ketiga kawasan tersebut saat ini telah dipenuhi investasi yang ada. Sehingga membutuhkan tambahan lahan untuk menampung investor baru yang ingin masuk.

“Yang asing yang mau masuk, di tiga KEK saja kita hitung sekitar Rp 557 triliun ultimate ya, tidak dalam waktu segera. Dia kan konstruksi dulu, bangun smelter, bangun macem-macem,” kata Susiwijono kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (19/6).

Susiwijono menjelaskan, KEK Gresik mengajukan perluasan lahan sekitar 1.200 hektare karena kapasitas yang ada sudah hampir penuh dan banyak investor asing masih mengantre untuk masuk.

Sementara itu, KEK Kendal yang saat ini memiliki luas sekitar 1.000 hektare disebut telah terisi penuh. Kondisi itu membuat pengelola kawasan mengusulkan tambahan lahan sekitar 1.000 hektare untuk mengakomodasi investasi baru.

Susiwijono mengatakan di KEK Galang Batang, Bintan, permintaan investasi baru juga terus berdatangan, terutama dari sektor alumina, petrokimia, dan industri turunannya. Kawasan tersebut bahkan mengajukan perluasan hingga sekitar 2.600 hektare.

Menurut Susiwijono, permintaan perluasan kawasan yang terjadi secara bersamaan di tiga KEK manufaktur itu menjadi indikator kuat kalau investor asing masih menaruh kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Faktanya tiga KEK ini benar-benar terjadi dan malah mengajukan perluasannya dua kali lipat gitu,” ujar Susiwijono.

Susiwijono menilai data tersebut dapat menjadi jawaban atas berbagai keraguan yang kerap muncul di pasar keuangan terkait kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, terutama ketika terjadi fluktuasi baik nilai tukar rupiah maupun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

video story embed