Setelah Insiden Kebakaran Plumpang, Pertamina Bakal Bikin Direktorat Baru

16 Maret 2023 16:53 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Foto udara permukiman penduduk yang hangus terbakar dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara permukiman penduduk yang hangus terbakar dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
PT Pertamina (Persero) akan membentuk sebuah direktorat baru khusus terkait Health Safety Security and Environment (HSSE) usai insiden kebakaran Depo Plumpang yang merenggut 25 korban jiwa.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menuturkan saat ini implementasi dan tanggung jawab HSSE atau K3 di Pertamina berada di holding dan masing-masing subholding, mulai dari hulu migas sampai ke hilir.
Nicke menambahkan, mandat pembentukan direktorat baru berasal dari pemegang saham dan kementerian teknis, dalam hal ini Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM.
"Itu kemudian memiliki rencana dan meminta kami untuk membentuk direktorat khusus, satu tambahan direktorat di sana itu adalah meng-cover mengenai HSSE, risk management, dan ESG," ungkapnya saat rapat dengan Komisi VII DPR, Kamis (16/3).
Di sisi lain, dia juga memastikan Pertamina akan terus memperluas buffer zone atau jarak aman di seluruh aset baik itu terminal, kilang, dan hulu migas dengan melakukan audit keselamatan, pemetaan, dan mengalokasikan anggaran khusus.
ADVERTISEMENT
"Jadi safety risk and sustainability management yang sekarang kita sedang rancang ini sebagai bentuk pertanggungjawaban bahwa kita sangat concern dengan masalah ini," tegas Nicke.
Pertamina Pastikan Audit Keselamatan Seluruh Aset
Nicke juga menjelaskan, seluruh kilang Pertamina telah diaudit oleh perusahaan global yang kredibel, serta sebagian besar aset hulu migas perseroan juga sudah diidentifikasi risiko dan mitigasinya.
Citra Satelit Depo Pertamina dan Pemukiman Warga di Plumpang. Foto: Dok. Google Earth
Sementara aset-aset di hilir migas milik Pertamina Patra Niaga, sambung Nicke, juga sudah dilakukan audit sejak tahun 2013 hingga saat ini baik oleh pihak ketiga maupun pemerintah. Hal ini termasuk audit terhadap Depo Plumpang yang sudah terbakar dua kali.
"Setelah terjadi insiden kami lakukan safety audit dan asset integrity management, tidak semuanya mungkin langsung diperbaiki, harus ada yang berjalan ada yang tidak bisa disetop semua, artinya itu tergantung dari kondisi dari masing-masing aset itu sendiri," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Nicke pun memahami bahwa banyak tugas Pertamina yang harus diprioritaskan. Selain terkait keselamatan, pihaknya juga dituntut untuk memaksimalkan produksi migas dan memastikan ketahanan energi nasional.
"Ada target-target yang perlu di-balance, kita dituntut untuk meningkatkan produksi, kita dituntut untuk meningkatkan baik itu di hulu dan hilir, profit juga ada target, dan ini (keselamatan) juga ada mari kita ambil keseimbangan dari itu semua," kata dia.