Kumparan Logo

Setoran Pertamina ke Penerimaan Negara Capai Rp 304,7 Triliun di 2023

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini melakukan Safari Ramadan Pertamina dengan mengunjungi Stasiun Pengumpul Bangadua di Indramayu, Jawa Barat. Foto: Dok. Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini melakukan Safari Ramadan Pertamina dengan mengunjungi Stasiun Pengumpul Bangadua di Indramayu, Jawa Barat. Foto: Dok. Pertamina

PT Pertamina (Persero) mencatat kontribusi perusahaan untuk penerimaan negara mencapai Rp 304,7 triliun pada tahun 2023. Setoran terhadap negara tersebut terdiri dari pajak, dividen, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Signature Bonus.

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini, mengatakan tren kontribusi perusahaan ke Pertamina sejak tahun 2020 mulai meningkat signifikan. Meski demikian, kontribusi Pertamina pada 2023 menurun dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 307,2 triliun.

Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pihak Pertamina menyepakati dividen di 2023 tidak terlalu besar dibandingkan tahun 2022. Sebab, Pertamina mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) atau capex lebih besar pada tahun 2023.

“Setoran dividen sangat dipengaruhi ketetapan RUPS, dan ini yang selalu terlihat bahwa kita berkontribusi ke setoran pemerintah dalam 2 tahun terakhir selalu di atas Rp 300 triliun,” ujar Emma dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Rabu (12/6).

“Dengan kemarin RUPST, kita sepakati dividen Pertamina itu disepakati tidak terlalu besar karena capex pertamina sangat besar. Jadi dipertahankan cash kita di Pertamina karena kemarin saja capex kita Rp 100 triliun,” tambahnya.

instagram embed

Emma mencermati segmen pajak mendominasi kontribusi Pertamina terhadap penerimaan negara. Sedangkan PNBP bergerak fluktuatif karena dipengaruhi oleh harga minyak atau ICP.

Pertamina mengungkapkan kontribusi Pertamina terhadap penyerapan komponen dalam negeri (KDN) BUMN mencapai 47 persen atau setara Rp 373,9 triliun. Emma mengeklaim besaran kontribusi tersebut lebih besar dibanding BUMN lainnya.

Pertamina meraup laba total hingga Rp 17 triliun pada 2023. Adapun laba bersih setelah pajak nilainya USD 4,4 miliar atau setara Rp 62 triliun sepanjang tahun 2023, naik 17 persen yoy dibandingkan tahun 2022 senilai USD 3,81 miliar.