Sherly Tjoanda Buka-bukaan Potensi Rumput Laut Malut, Bisa Raup Rp 4 Triliun

Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda memaparkan potensi investasi di sektor kelautan dan perikanan Maluku Utara di hadapan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Hal itu disampaikan Sherly dalam acara Maluku Utara Business Forum: Unlocking North Maluku's Investment Potential. Dia menyebut potensi rumput laut atau seaweed di Maluku Utara mencapai sekitar 592.000 hektare.
“Dari 76 persen luas lautan di Maluku Utara, untuk potensi bisa memberdayakan seaweed itu sekitar 592.000 hektare. Itu potensi saja,” ucap Sherly.
Sherly kemudian memberikan simulasi apabila sebagian dari potensi bisa dimanfaatkan. Dalam paparannya, dia menggunakan asumsi pemanfaatan 10 persen dari 592.000 hektare atau sekitar 5.900 hektare.
“Anggap saja kalau kita memanfaatkan 10% dari 592.000 dan sekitar 5.900 hektare, dan itu angka yang cukup signifikan. Perhitungannya kita berasumsi kalau misalnya 1 hektare 150 ton saja, dan hasilnya dikali dengan 5.900 hektare, sekitar 880.000 ton per tahun, itu nilainya sekitar Rp 4 triliun,” jelas orang nomor satu di Malut itu.
Menurut Sherly, rumput laut memiliki peluang hilirisasi karena bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri. Produk turunannya antara lain agar-agar, kosmetik hingga farmasi.
“Saya bukan expert di seaweed, tapi dari hasil survei adalah bahwa kenapa ini seaweed sangat banyak, karena bisa digunakan banyak manfaat realisasinya untuk agar-agar, untuk kosmetik, untuk farmasi, dengan value added yang semakin downstreaming semakin naik value addednya,” tutur dia.
