Short Selling Diterapkan di RI, Berikut Sederet Short Seller Terkenal di Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan mekanisme short selling pada hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026. Lewat skema ini, investor meminjam saham untuk dijual terlebih dahulu, lalu membelinya kembali ketika harga merosot untuk meraup selisih margin keuntungan.
Namun, terlepas dari berbagai pro dan kontra akan skema ini, sejumlah short seller atau investor yang melakukan short selling berhasil memanfaatkan mekanisme tersebut dan mendapatkan keuntungan yang besar.
Berikut sederet short seller terkemuka yang menguasai mekanisme short selling dan memengaruhi perjalanan dunia investasi, dikutip dari US News pada Kamis (1/10):
Jesse Livermore
Lahir pada 1877, Jesse Livermore merupakan investor cakap yang terkenal karena mampu mengantisipasi dan mengambil keuntungan dari penurunan pasar. Salah satu posisi short terbesar yang dilakukannya terjadi saat kejatuhan pasar saham pada 1929, ketika ia secara tepat memprediksi penurunan harga saham.
Posisi short dalam jumlah besar itu menghasilkan keuntungan sebesar USD 100 juta dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu investor terbesar dalam sejarah. Ia juga mendapat julukan 'The Great Bear of Wall Street.'
Jim Chanos
Jim Chanos merupakan investor asal Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai pendiri Kynikos Associates, sebuah perusahaan hedge fund yang berfokus pada short selling. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Chanos dikenal mampu mengidentifikasi perusahaan yang dinilai terlalu mahal, memiliki kondisi keuangan yang lemah, serta memiliki catatan praktik penipuan yang luput dari perhatian.
Ia berhasil mengambil posisi short pada sejumlah perusahaan, seperti Baldwin-United Corp dan Tyco International PLC. Chanos juga menjadi salah satu investor yang secara tepat memprediksi kejatuhan pasar hipotek subprime. Namun, transaksi yang paling sukses baginya adalah ketika melakukan short terhadap Enron Corp., perusahaan energi.
Chanos menemukan sejumlah informasi yang mengkhawatirkan dalam laporan keuangan perusahaan tersebut, termasuk pengungkapan mengenai entitas-entitas offshore dan praktik akuntansi yang dipertanyakan. Chanos bersama timnya di Kynikos Associates kemudian mengambil posisi short terhadap Enron pada 2000-an dan berhasil memperoleh keuntungan ketika perusahaan tersebut runtuh akibat skandal akuntansi. Kasus itu menjadi salah satu kasus penipuan keuangan terbesar pada abad tersebut.
Andrew Left
Pendiri Citron Research, Andrew Left, dikenal sebagai salah satu short seller. Left dikenal karena riset dan analisis asetnya yang mendalam. Investor ini mengidentifikasi perusahaan yang dinilai terlalu mahal, memiliki fundamental yang lemah, serta memiliki rekam jejak praktik penipuan.
Salah satu posisi short yang paling dikenal melibatkan perusahaan farmasi multinasional, Valeant Pharmaceuticals International Inc. Pada Oktober 2015, Left menerbitkan laporan yang menuduh perusahaan tersebut melakukan praktik menaikkan harga secara berlebihan. Laporan itu juga menuduh Valeant Pharmaceuticals memalsukan faktur dan menggunakan perusahaan farmasi bernama Philidor untuk meningkatkan penjualan produknya.
Akibatnya, saham Valeant Pharmaceuticals turun lebih dari 39 persen setelah laporan tersebut diterima oleh para pelanggan email Left.
David Einhorn
David Einhorn merupakan manajer hedge fund, investor, sekaligus salah satu pendiri Greenlight Capital bersama Jeff Keswin pada 1996. Einhorn merupakan investor yang berorientasi pada value investing, tetapi gagasan investasinya yang berlawanan dengan pandangan umum membuatnya berbeda dari investor lainnya. Ia berhasil melakukan sejumlah short, termasuk short terhadap Green Mountain Coffee pada 2011. Namun, posisi short yang paling dikenal adalah terhadap Lehman Brothers.
Pada 2007, Einhorn mengkritik Lehman Brothers, perusahaan jasa keuangan internasional, karena praktik akuntansinya yang dipertanyakan. Pernyataan Einhorn menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap bank tersebut. Pengaruh Einhorn di pasar bahkan begitu besar hingga muncul istilah 'Einhorn Effect' untuk menggambarkan perubahan cepat harga saham suatu perusahaan sebagai respons terhadap komentar atau aktivitas perdagangan yang dilakukan Einhorn.
Seperti yang diprediksikan oleh Einhorn, Lehman Brothers akhirnya runtuh di tengah krisis KPR berisiko tinggi atau subprime mortgage.
John Paulson
Pendiri Paulson & Co, John Paulson, memperoleh reputasinya dengan memanfaatkan perubahan di pasar. Salah satu posisi short yang paling luar biasa dilakukannya adalah terhadap hipotek subprime setelah pecahnya gelembung kredit pada 2007. Transaksi itu mengubah statusnya dari sosok yang relatif tidak dikenal menjadi salah satu tokoh penting di dunia keuangan.
Untuk menggambarkan besarnya keuntungan dari transaksi tersebut, Paulson menghasilkan USD 1,25 miliar hanya dalam satu pagi pada 2007 ketika perusahaan pemberi pinjaman subprime, New Century, mengumumkan bahwa mereka sedang menghadapi masalah keuangan. Transaksi itu juga membuat hedge fund miliknya membukukan keuntungan sebesar USD 15 miliar sepanjang 2007.
Bill Ackman
Bill Ackman, CEO sekaligus pendiri hedge fund Pershing Square Capital Management, mendapat perhatian besar sebagai investor aktivis. Posisi short yang dilakukannya terhadap perusahaan kesehatan dan kebugaran Herbalife menjadi salah satu momen paling penting dalam kariernya dan membuat namanya semakin dikenal.
Pada 2012, Ackman mengumumkan perusahaannya mengambil posisi short senilai USD 1 miliar terhadap Herbalife. Dalam presentasi selama tiga jam yang diberi judul “Who wants to be a millionaire?”, Ackman mengklaim struktur bisnis perusahaan tersebut merupakan skema piramida. Ia menyoroti penjualan melalui perekrutan anggota memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan penjualan produk. Pada hari yang sama, saham Herbalife turun lebih dari 10 persen.
Namun, posisi short Ackman tidak berhasil. Federal Trade Commission (FTC) mengambil tindakan terhadap perusahaan tersebut, tetapi tetap mengizinkan Herbalife untuk melanjutkan kegiatan bisnisnya. Riset Ackman membuat Herbalife menyetujui pembayaran sebesar USD 200 juta sebagai kompensasi kepada konsumen serta melakukan berbagai reformasi dalam praktik bisnisnya.
Carson Block
Carson Block merupakan CEO sekaligus pendiri Muddy Waters Research, sebuah perusahaan investasi aktivis yang melakukan riset terhadap perusahaan-perusahaan global.
Block dikenal karena keberhasilannya melakukan short terhadap perusahaan kayu asal China yang tercatat di Kanada, Sino-Forest Corp. Block menerbitkan laporan yang menuduh perusahaan tersebut melakukan penipuan. Muddy Waters menyimpulkan Sino-Forest pada dasarnya menjalankan skema Ponzi karena perusahaan tersebut menghimpun dana dari investor tanpa memberikan imbal hasil sebagai gantinya.
Hasil keuangan secara pasti dari transaksi short tersebut pun tidak pernah dipublikasikan. Namun, perusahaan riset milik Block disebut berhasil membuat perusahaan tersebut runtuh. Sejak saat itu, investor tersebut mengambil posisi short terhadap sejumlah perusahaan China lainnya, sekaligus membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di pasar.
George Soros
George Soros lahir di Hungaria dan pindah ke Inggris pada 1947 untuk belajar di London School of Economics. Pada 1970, ia mendirikan hedge fund asal AS, Soros Fund Management. Soros dikenal luas karena aksi short selling terhadap pound Inggris pada 1992, yang menyebabkan mata uang tersebut terdevaluasi dan kemudian dikenal sebagai 'Black Wednesday.'
Soros menilai nilai pound terlalu tinggi dibandingkan mark Jerman dalam kerangka European Exchange Rate Mechanism (ERM). Ia kemudian memasang taruhan senilai USD 10 miliar terhadap pound.
Sebagai akibatnya, pemerintah Inggris menaikkan suku bunga untuk mencegah pound semakin melemah. Namun, Inggris pada akhirnya terpaksa keluar dari ERM. Soros memperoleh keuntungan sebesar USD 1 miliar dari transaksi short tersebut dan kemudian dikenal dengan julukan 'Pria yang membangkrutkan Bank of England.'
