Kumparan Logo

SiCepat Belum Naikkan Tarif Pengiriman Usai Ada Wacana Kenaikan Harga BBM

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja membawa barang untuk dikirim ke konsumen di gerai Sicepat Kemayoran, Jakarta pada Selasa (10/5/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja membawa barang untuk dikirim ke konsumen di gerai Sicepat Kemayoran, Jakarta pada Selasa (10/5/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sinyal lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi semakin menguat. Pemerintah sedang menghitung besaran angka kenaikan tersebut.

Wacana kenaikan harga BBM ini akan berimbas pada kinerja operasional terhadap sejumlah perusahaan logistik. Salah satu perusahaan logistik, SiCepat Ekspres Indonesia, buka suara mengenai sinyal kenaikan harga BBM.

"Terkait pertimbangan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, sejauh ini SiCepat belum berencana untuk menaikkan tarif pengiriman. Kami selalu menjaga agar layanan kami tetap terjangkau oleh masyarakat luas,” ujar Chief Marketing and Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres Indonesia Wiwin Dewi Herawati kepada kumparan, Selasa (16/8).

Wiwin mengatakan, SiCepat telah gencar mendiversifikasi sumber energi untuk aktivitas operasionalnya, yaitu dengan menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB). Saat ini SiCepat telah bekerja sama dengan PT Volta Indonesia Semesta.

“Saat ini kurir SiCepat telah beralih menggunakan motor listrik dengan merek Volta, terutama di wilayah dengan volume pengiriman paket yang paling tinggi, yaitu Jabodetabek. Dengan begitu, SiCepat dapat memperkuat ketahanan operasional terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah sudah mempertimbangkan dengan matang opsi menaikkan harga BBM subsidi. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyebutkan sudah melakukan rapat beberapa kali untuk menghitung kenaikan harga BBM.

“Kita sedang hitung perlu opsi kenaikan harga. Angkanya semua dihitung. Kita semua sedang siapkan angkanya, kita sudah rapat beberapa kali,” kata Susi kepada wartawan di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (15/8).