Sidak ke Pabrik Sawit di Lampung, Mendag Temukan Harga TBS di Bawah Rp 1.600
ยทwaktu baca 2 menit

Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan sidak ke Pabrik Kelapa Sawit Bekri milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 7 di Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah, Lampung pada hari ini, Sabtu (9/7).
Dalam sidaknya itu, Zulhas menemukan pabrik masih membeli tandan buah segar (TBS) petani di bawah harga Rp 1.600 per kg. Padahal, sebelumnya Zulhas meminta semua pabrik kelapa sawit membeli TBS petani minimal seharga Rp 1.600.
"Jadi TBS di sini sudah beli Rp 1.300. Memang kita minta Rp 1.600 tapi dia masih beli di Rp 1.300," kata Zulhas, Sabtu (9/7).
Sementara pada kunjungan ke Lampung tersebut, Zulhas mendapat pengaduan dari petani sawit bahwa TBS mereka dibeli dengan harga yang tidak layak, yakni Rp 700-Rp 800 per kg.
Sementara pegawai pabrik menjelaskan kepada Zulhas, bahwa harga tersebut mungkin harga TBS di tingkat pengepul. Adapun 15 persen TBS dari pabrik tersebut didapat dari petani mitra, sementara sisanya diambil dari kebun milik perusahaan.
Zulhas menjelaskan, adanya disparitas harga TBS di tingkat pengepul dan pabrik disebabkan adanya beban biaya logistik pengiriman. Seharusnya, kata dia, harga layak TBS di tingkat petani di level Rp 1.600.
"Perantara belinya Rp 800, pengepul ya. Rp 800 sewa truk, tambah lagi macam-macam sampai sini Rp 1.300. Harusnya di petani Rp 1.600, (pabrik) ini bisa beli Rp 2.000. Baru layak," terangnya.
Dalam kunjungannya ke Lampung itu, Zulhas mendengar keluhan petani sawit soal harga TBS yang jatuh. Bahkan, ada petani sawit yang menangis karena TBS nya hanya laku Rp 700 saja.
"Petani sawit ini ada yang nangis, harganya Rp 700 perak. Kalau dia Rp 700 perak sekarang cabai aja Rp 100.000. Jadi kalau mau beli cabai berapa kilo dia jualannya (TBS)," kata Zulhas.
Menurut Zulhas, Kemendag tengah berupaya mempercepat ekspor CPO. Hal itu bertujuan agar penyerapan TBS kembali normal dan harganya juga membaik.Sidak ke Pabrik Sawit di Lampung, Mendag Zulhas Temukan Pembelian TBS di Bawah Rp 1.600.
