Sido Muncul Naikkan Harga Produk hingga 12 Persen Imbas Inflasi & Tekanan Rupiah

Emiten jamu dan farmasi, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), terkena dampak depresiasi rupiah dan inflasi terhadap biaya produksi. Beberapa produk juga mengalami kenaikan harga akibat sentimen tersebut.
"Sebagian bahan baku minuman dan packaging sangat terpengaruh dengan kurs USD terhadap rupiah. Kenaikan harga berlaku untuk produk minuman dan herbal berkisar 9-12 persen,” ujar Direktur Sido Muncul David Hidayat saat dihubungi kumparan, Senin (11/7).
Depresiasi rupiah terlihat dari kurs mata uang rupiah menyentuh Rp 14.958 per dolar AS. Adapun inflasi bulan Juni mencapai 4,34 persen secara tahunan, melebihi target yang ditetapkan Bank Indonesia (BI). Inflasi dan pelemahan rupiah ini menekan kinerja emiten produsen Tolak Angin ini.
David mengatakan Perseroan akan melakukan strategi untuk menekan dampak tersebut, yaitu terobosan efisiensi di semua lini khususnya biaya produksi.
Bahan baku Sido Muncul sebagian besar dibeli dari lokal, sehingga tidak mengalami dampak karena pelemahan rupiah. Tetapi bahan lain seperti bahan baku minuman terseret sentimen tersebut.
"Kami masih belum melakukan revisi target pendapatan. Kami lihat dulu bagaimana kondisi pasar di kuartal 3 2022," ujarnya.
David menyampaikan belanja modal (capital expenditure/capex) Sido Muncul tahun ini sebesar Rp 200 miliar. Alokasi capex tersebut untuk penambahan fasilitas produksi Cairan Obat Dalam (COD) 2, penyelesaian proyek bioetanol dan gas rumah kaca serta pemeliharaan capex.
"Realisasi capex masih on track hingga saat ini. Sampai Juni 2022, alokasi capex masih kurang dari 50 persen," kata David.
Adapun laba bersih Sido Muncul turut naik 9,66 persen secara year on year di kuartal I-2022 menjadi Rp 295,03 miliar. Pada kuartal 1 2021, laba bersih Sido Muncul tercatat sebesar Rp 269,04 miliar.
Tak hanya laba bersih, Sido Muncul mencatatkan kenaikan penjualan 10,97 persen secara year on year menjadi Rp 860,49 miliar pada kuartal I 2022.
Adapun di tahun lalu di periode yang sama penjualan Sido Muncul tercatat sebesar Rp 793,41 miliar.
Penjualan ini pun terlihat terjadi di semua pos penjualan Sido Muncul. Seperti untuk pos jamu herbal dan suplemen di kuartal I-2022 naik menjadi Rp 529,01 miliar.
Kemudian pendapatan dari makanan dan minuman naik menjadi Rp 308,71 miliar dan farmasi juga ikut naik menjadi Rp 42,75 miliar.
