Simak Rapor Kinerja Emiten Menara: Laba TBIG & TOWR Susut, MTEL Untung Rp 1,02 T

2 Agustus 2023 13:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Jaringan Telekomunikasi Foto: Indosat Ooredoo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jaringan Telekomunikasi Foto: Indosat Ooredoo
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sebagian emiten menara membukukan kenaikan pendapatan pada semester I 2023. Namun pendapatan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap sisi laba bersihnya.
ADVERTISEMENT
Banyak emiten tersebut mencatatkan penurunan laba bersih pada semester pertama 2023 dibandingkan semester pertama 2022. Salah satunya, laba bersih PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) anjlok 16,62 persen menjadi Rp 688,79 miliar pada semester pertama tahun ini.
Emiten menara ini mencatat pendapatan senilai Rp 3,27 triliun per 30 Juni 2023. Perolehan ini turun tipis 0,71 persen dibanding Rp 3,3 triliun per 30 Juni 2022. TBIG memiliki 22.136 sites telekomunikasi yang terdiri dari 22.026 menara telekomunikasi.
Penurunan laba bersih juga terjadi di emiten PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Perseroan meraup laba bersih senilai Rp 1,55 triliun, menyusut 7,8 persen dibanding semester I 2022 senilai Rp 1,69 triliun.
Ilustrasi Tower BTS. Foto: ANTARA FOTO/Yusran Uccang
Meski begitu, emiten Grup Djarum ini membukukan pendapatan senilai Rp 5,77 triliun atau naik 8,65 persen yoy dibanding semester I 2022 senilai Rp 5,31 triliun. Penyewaan menara menyumbang pendapatan terbesar senilai Rp 4,16 triliun.
ADVERTISEMENT

Mitratel Untung Rp 1,02 Triliun

Meski demikian, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mencatat laba bersih mengesankan di semester I 2023. Perolehan cuan-nya mencapai Rp 1,02 triliun atau tumbuh 14,7 persen dari periode sama tahun lalu.
Perolehan laba bersih MTEL yang mengesankan di paruh pertama 2023, terutama didongkrak oleh kenaikan revenue dan efisiensi operasional yang membuat beban Perseroan tumbuh lebih rendah dari pendapatan.
Pendapatan MTEL naik 10,8 persen yoy mencapai Rp 4,1 triliun, terutama disebabkan karena adanya tambahan tenant selama 2023 ini, yang sebanyak 2.712 tenant. Sehingga kontribusi pendapatan dari segmen bisnis tower mencapai 84 persen dari total pendapatan.
Sementara itu Morgan Stanley dalam laporan riset terbarunya memperkirakan laba bersih MTEL tembus Rp 2,05 triliun. Angka itu setara pertumbuhan 15 persen yoy. Senada dengan Morgan Stanley, Trimegah Sekuritas selaku broker lokal juga memproyeksi laba bersih tembus Rp 2,05 triliun.
ADVERTISEMENT