Kumparan Logo

Sinyal Damai Iran Mencuat, Harga Minyak Brent Anjlok Nyaris 5% ke USD 118,35

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: curraheeshutter/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: curraheeshutter/Shutterstock

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni ditutup turun nyaris 5 persen pada Selasa (31/3), menyusul munculnya laporan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk mengakhiri perang dengan beberapa jaminan. Meski begitu, sinyal damai itu belum terkonfirmasi.

Dikutip dari Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk Mei ditutup naik USD 5,57, atau 4,94 persen, menjadi USD 118,35 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah AS ditutup turun USD 1,50 atau 1,46 persen menjadi USD 101,38.

Batu Bara

Harga batu bara ICE Newcastle melemah pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan situs Barchart, harga batu bara untuk kontrak April 2026 turun 1,25 persen dan berada di harga USD 142,45 per ton.

CPO

Adapun harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) berjangka Malaysia juga anjlok pada Senin (30/3). Berdasarkan data tradingeconomics, harga CPO turun 3,77 persen dan berada di MYR 4.794 per ton.

Nikel

Harga nikel terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Selasa. Harga nikel berdasarkan London Metal Exhange (LME) naik 0,89 persen menjadi USD 17.110 per ton.

Timah

Sementara itu, harga timah terpantau cenderung stagnan pada penutupan perdagangan Selasa. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exhange (LME) naik tipis 0,03 persen dan menetap di USD 46.747 per ton.

instagram embed