SKK Migas: 3 Target Produksi Proyek Hulu Migas Geser Jadi Awal 2026

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan terdapat 3 proyek hulu migas yang seharusnya mulai produksi (on stream) pada tahun ini, bergeser jadi awal tahun 2026 mendatang.
Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana, mengatakan beberapa proyek yang akan on stream dalam waktu dekat yakni Akasia Bagus dikelola Pertamina EP, yang sebelumnya sudah memproduksi minyak, diperkirakan dapat memproduksi gas pada awal November 2025.
Sementara proyek yang seharusnya on stream pada Oktober ini yaitu Sonoro Selatan, diprediksi molor menjadi awal tahun 2026 karena masalah perizinan. Blok yang dikelola JOB Pertamina dan Medco E&P Tomori Sulawesi itu ditargetkan memprouksi 110 mmscfd gas.
Taufan menyebutkan proyek tersebut akan on stream secara parsial pada Desember 2025, namun secara keseluruhan baru akan dilakukan pada kuartal I 2026.
"Ada juga yang Sonoro Selatan, harusnya sudah on stream akhir Oktober ini, tapi memang ada perizinan yang waktu itu ada terkendala, tapi sudah selesai. Sehingga nanti on stream keseluruhan memang akan bergeser ke awal tahun depan," jelas Taufan usai acara media briefing, dikutip pada Jumat (10/10).
Proyek lain dengan target on stream yang molor yakni Sisi Nubi AOl 1, 3, 5, yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Proyek dengan target produksi 60 mmscfd gas itu seharusnya mulai berjalan kuartal IV 2025.
Selain itu ada juga proyek Lapangan OO-OX milik PHE ONWJ yang akan on stream pada awal tahun 2026, ditargetkan memproduksi 2.996 bopd minyak dan 21,26 mmscfd gas.
"Nanti di awal tahun 2026 akan ada Sisi Nubi, mungkin di Q1 ya, kemudian ada PHE ONWJ, OOX, nanti akan juga on stream di situ, mudah-mudahan itu bisa membantu di dalam produksi nasional kita," ungkap Taufan.
Sebelumnya, SKK Migas mengejar penyelesaian 11 proyek hulu migas yang diharapkan dapat berproduksi pada semester II 2025. Secara keseluruhan, terdapat 15 proyek yang ditargetkan mulai berjalan sepanjang tahun ini.
Dari total 15 proyek yang berada dalam pipeline, sudah ada 4 proyek yang sudah berproduksi yakni Lapangan Forel dan Terubuk milik MedcoEnergi, Balam GS Upgrade milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Letang Tengah Rawa Expansion milik Medco EP Grissik Ltd, serta BUIC-C14 milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
"Untuk tahun 2025 sendiri ada 15 yang kita targetkan untuk on stream di tahun 2025 ini. Alhamdulillah per hari ini sudah 4 yang sudah on stream," kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, saat Edukasi Media Nasional, Jumat (25/7).
Hal tersebut demi mengejar target lifting minyak pada APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari (bopd). Jika ada proyek yang tertunda atau delay, maka target tersebut tidak akan tercapai.
