Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
SKK Migas: 39 Sumur Eksplorasi Hasilkan Cadangan 2.940 MMBOE di 2024
13 Maret 2025 9:11 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat cadangan migas yang dihasilkan dari 39 Sumur eksplorasi di tahun 2024 mencapai 2.940 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE).
ADVERTISEMENT
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro mengatakan SKK Migas berkomitmen meningkatkan lifting migas dengan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.
"Dari 39 sumur eksplorasi yang dibor di 2024, itu ada temuan sekitar 2.940 MMBOE dengan status 2C," ujar Hudi saat acara Silaturahmi SKK Migas bersama jurnalis, Rabu (12/3).
Hudi merinci cadangan tersebut berupa minyak mentah sebesar 532 MMBOE dan gas sebesar 13,5 triliun kaki kubik (TCF).
Selain pengeboran eksplorasi, SKK Migas mengatakan kegiatan lain yang dilakukan pada 2024 adalah pengeboran sumur eksploitasi atau pengembangan 890 sumur, workover sebanyak 951 kegiatan, dan well service sebanyak 35.690 kegiatan.
Pada 2025, seluruh kegiatan tersebut akan semakin masif, dengan target sumur eksplorasi naik menjadi 993 sumur pengembangan, 958 kegiatan work over, dan 40.233 kegiatan well service.
ADVERTISEMENT
Seluruh kegiatan tersebut dilakukan demi mencapai target lifting minyak mentah berdasarkan Work Program and Budget (WPnB) tahun 2025 sebesar 605.000 barel per hari dan lifting gas 5.628 MMSCFD.
Namun saat ini, SKK Migas mencatat lifting minyak mentah nasional berada di angka 599.000 barel per hari, berarti masih ada gap 6.000 barel per hari yang harus dikejar.
"Kalau misalnya kita hanya bergantung dari aset-aset yang saat ini kita punya, itu enggak bisa kita mencapai 1 juta barel itu sendiri. Makanya kita harus mengejar dengan menggunakan eksplorasi yang lebih masif," tutur Hudi.