Kumparan Logo

SKK Migas: Chevron hingga TotalEnergies Minat Kembali Investasi di Hulu Migas RI

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penandatanganan Sales Purchase Agreement (SPA) proyek gas Indonesia Deepwater Development (IDD) Chevron kepada ENI secara virtual, Selasa (25/7/2023).  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penandatanganan Sales Purchase Agreement (SPA) proyek gas Indonesia Deepwater Development (IDD) Chevron kepada ENI secara virtual, Selasa (25/7/2023). Foto: Dok. Istimewa

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan beberapa perusahaan asing yang sebelumnya hengkang dari industri hulu migas Indonesia, akan kembali berinvestasi.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan Chevron, TotalEnergies, hingga Shell sudah berkomitmen untuk kembali ke industri hulu migas Indonesia.

"Chevron lagi sudah komit untuk datang dan lihat mana yang besar-besar. Shell juga Alhamdulillah, keren kan," ungkapnya saat ditemui di sela-sela IPA Convex 2025, Selasa (20/5).

Ilustrasi Chevron. Foto: Tada Images/Shutterstock

Chevron sebelumnya memiliki beberapa portofolio jumbo di hulu migas di Indonesia, mulai dari Blok Rokan yang sudah diambil alih PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sejak tahun 2018, hingga proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) pada tahun 2020 yang kini dikelola oleh perusahaan migas asal Italia, ENI.

Sementara itu, Shell memutuskan untuk melepaskan 35 persen hak partisipasi di Blok Masela. Saat itu, Shell bermitra dengan migas asal Jepang, Inpex Corporation, yang merupakan pemegang hak partisipasi terbesar. Hak partisipasi Shell resmi diambil Pertamina dan Petronas pada tahun 2023 lalu.

Menteri ESDM Bahlil kunjungi Blok Rokan, Rabu (5/2/2025). Foto: Kementerian ESDM

Djoko mengatakan, setidaknya ada 25 perusahaan migas yang berminat melakukan eksplorasi lebih lanjut di 60 cekungan (basin) yang belum terjamah, terutama di Indonesia bagian timur, dalam 2 tahun mendatang.

Meski begitu, dia tidak menjelaskan berapa besar porsi perusahaan migas asing maupun domestik yang ada di daftar 25 perusahaan tersebut. "Yang besar-besar dan juga sedang setengah, (yang besar) ada Total gitu kan," imbuhnya.

Sementara TotalEnergies sempat berinvestasi di hulu migas Indonesia, salah satunya di Blok Mahakam yang saat ini digarap PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Perusahaan asal Prancis itu hengkang dari Blok Mahakam pada tahun 2018.

Djoko mengatakan, alasan perusahaan migas kakap tersebut kembali ke Indonesia karena membaiknya iklim investasi hulu migas nasional, dengan berbagai perbaikan birokrasi.

"Kita menyediakan data yang lebih baik, kita punya teknologi untuk evaluasi, menyambungkan konektivitasnya bagus, kita juga sudah mulai ada regulasi untuk open data, teknologi maju-maju, dan mereka juga punya alat untuk melihat itu sehingga mereka tertarik," jelasnya.

Selain itu, lanjut Djoko, pemerintah bersama SKK Migas juga menawarkan kebijakan fiskal yang lebih menarik dan menguntungkan untuk para investor asing.

"Fiscal term kita juga sangat fleksibel sekarang, dari segi perizinan juga pemerintah support sekali, dan kita jelas targetnya untuk menaikkan produksi dan welcome untuk semua teknologi untuk menaikkan produksi, itu yang membuat mereka tertarik," tegas Djoko.

instagram embed