Kumparan Logo

Slot Terbatas, Alasan Garuda Ubah Rute Pemulangan 46 Kloter Jemaah Haji

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah calon haji kloter pertama Provinsi Aceh menunggu pesawat lepas landas di kursi penumpang Garuda GA777 di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Aceh, Rabu (29/5/2024). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah calon haji kloter pertama Provinsi Aceh menunggu pesawat lepas landas di kursi penumpang Garuda GA777 di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Aceh, Rabu (29/5/2024). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) buka suara soal langkah pengubahan rute pemulangan sebanyak 46 kloter jemaah haji. Semula, pemulangan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, berubah menjadi melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menuturkan penyesuaian jadwal dan slot 46 kloter penerbangan pemulangan Jemaah Haji asal Indonesia yang disebabkan oleh keterbatasan slot di bandara Arab Saudi.

Dia menjelaskan, Garuda mendapatkan informasi dari otoritas bandara Arab Saudi mengenai adanya 68 slot penerbangan pemulangan haji yang tidak dapat dipenuhi sesuai permintaan. Hal ini dikarenakan ada perubahan kebijakan pengaturan slot di bandara Arab Saudi.

Irfan mengakui penerbangan haji merupakan operasional penerbangan yang kompleks. Atas perubahan kebijakan tersebut, Garuda Indonesia terus melakukan negosiasi bersama pihak General Authority of Civil Aviation (GACA). Kini, penyesuaian jumlah slot yang harus disesuaikan turun menjadi sekitar 46 dari 68 slot penerbangan sebelumnya.

“Terkait dengan dampak dari penyesuaian jadwal tersebut Garuda Indonesia memastikan bahwa Perusahaan berkomitmen untuk bertanggung jawab dengan menyiapkan fasilitas tambahan berupa akomodasi, meals, dan transportasi yang seluruh biayanya akan ditanggung oleh Garuda Indonesia,” kata Irfan dalam keterangannya, Kamis (27/6).

Sejumlah calon haji kloter pertama Provinsi Aceh naik ke pesawat Garuda GA777 di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Aceh, Rabu (29/5/2024). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Pada tahun ini Garuda Indonesia menerbangkan lebih dari 109.156 jemaah yang akan dipulangkan ke Tanah Air dengan 586 kloter penerbangan.

Minta Maaf

Irfan bilang, Garuda akan terus berkomunikasi dengan stakeholders penerbangan haji termasuk Kementerian Agama dan GACA untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan pemulangan Jemaah Haji ke Tanah Air hingga 21 Juli 2024 mendatang. Dia tidak menampik adanya beberapa catatan krusial keterlambatan penerbangan pada keberangkatan sejumlah kloter menuju tanah air.

“Kami turut menyampaikan permohonan maaf kepada para jemaah haji yang terdampak atas penyesuaian jadwal penerbangan pada fase pemulangan ini, termasuk kepada berbagai stakeholder layanan Haji utamanya Kementerian Agama RI,” tutup Irfan.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Irfan Setiaputra usai diskusi mengenai tantangan industri transportasi udara Indonesia dalam menghadapi unruly passenger dan aerophobia di Jakarta, Kamis (20/6/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Sebelumnya, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, pengubahan rute penerbangan ini menyebabkan dampak sistemik. Subhan bilang, jarak antara Makkah dan Madinah mengharuskan jemaah menempuh perjalanan panjang, sehingga menguras tenaga jemaah.

Kedua, memecah konsentrasi petugas. Dalam kondisi normal, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Bandara, semestinya terkonsentrasi pemulangan jemaah haji gelombang I di Jeddah. Akibat perubahan rute, petugas harus membagi pelayanan di Madinah.

"Ini jelas berdampak pada kekuatan petugas untuk melayani jemaah secara lebih optimal," jelas Subhan, dikutip dari laman Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Kamis (27/6).

Selain itu, perubahan rute pemulangan mengharuskan penyiapan layanan di Madinah di luar jadwal yang telah direncanakan. Layanan tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

Di sisi lain, Subhan bilang, perubahan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan ta'limatul hajj yang mengharuskan perjalanan haji satu rute. Jika kedatangan melalui Madinah, maka kembali melalui Jeddah, dan sebaliknya. Ini semua diatur secara sistem di e-hajj.

"Maka, pada hari pertama kepulangan, ada 6 kloter yang semuanya terjadi keterlambatan karena tim e-hajj dari Kementerian Haji dan Umrah harus mengubah sistem khusus untuk 46 kloter tersebut. Waktu keberangkatan juga harus dimajukan 24 jam lebih cepat agar jemaah memiliki waktu untuk beristirahat," terang Subhan.

Berikut perubahan rute pemulangan 46 kloter jemaah haji:

Embarkasi Banjarmasin (BDJ): BDJ 1, BDJ 2, BDJ 4, dan BDJ 7;

Embarkasi Balikpapan (BPN): BPN 1;

Embarkasi Medan (KNO): KNO 2, KNO 3, KNO 4, KNO 7, KNO 8, dan KNO 9;

Embarkasi Padang (PDG): PDG 3, PDG 6, dan PDG 8;

Embarkasi Solo (SOC): SOC 1, SOC 2, SOC 3, SOC 5, SOC 10, SOC 11, SOC 15, SOC 16, SOC 17, SOC 19, SOC 20, SOC 21, SOC 23, SOC 24, SOC 25, SOC 26, SOC 29, SOC 30, SOC 31, SOC 33, SOC 34, SOC 35, SOC 36, dan SOC 38;

Embarkasi Makassar (UPG): UPG 1, UPG 3, UPG 5, UPG 7, UPG 8, UPG 10, UPG 13, UPG 14.

instagram embed