kumparan
9 Mei 2018 18:38 WIB

Sofyan Djalil: Dengan Adanya Sertifikat, Tak Ada Lagi Konflik Lahan

Sofyan Djalil (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengatakan, sertifikasi tanah merupakan solusi jangka panjang yang efektif untuk meredam konflik lahan. Konflik lahan acapkali terjadi karena status kepemilikan lahan yang tidak jelas.
ADVERTISEMENT
"Sekarang kita berikan sertifikat kepada orang. Kalau sudah ada sertifikat, sudah ada batas sudah ada koordinat, tidak akan konflik lagi," ujar Sofyan Djalil usai acara launching peremajaan lahan sawit di Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/5).
Upaya penerbitan sertifikat tersebut dipandang Sofyan sebagai langkah solutif jangka panjang. Dengan diterbitkannya sertifikat bagi semua tanah, hal itu akan berdampak pula pada minimnya gesekan atau sumber sengketa lahan.
"Memang kita menyadari bahwa sengketa lahan itu terjadi dimana-mana, oleh sebab itu pendekatan yang pertama kita jangka panjangnya kita sertifikatkan semua. Dengan kita sertifikatkan semua maka sumber konflik akan hilang," imbuh Sofyan Djalil.
Sofyan menargetkan semua tanah di Indonesia sudah tersertifikasi pada 2025. Untuk tahun ini, BPN mengejar target penerbitan 7 juta sertifikat tanah.
ADVERTISEMENT
"Pemerintah mengharapkan kalau mungkin tanah ini lebih cepat disertifikatkan lebih baik. Kalau bisa mungkin tahun 2025 seluruh tanah rakyat sudah bersertifikat," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan