Spekulasi Kenaikan Suku Bunga BI Bikin IHSG Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merangkak naik dalam 2 hari terakhir. Pada perdagangan sesi I hari ini, IHSG lompat 1,84% (108,661 poin) ke level 6.016,599.
Penguatan IHSG dalam 2 hari terakhir dipicu oleh berbagai faktor. Dari faktor internal pemicunya adalah Bank Indonesia (BI) yang diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan 7-Day Repo Rate. Cara ini dilakukan sebagai reaksi atas keinginan The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Juni 2018.
Naiknya suku bunga acuan BI diharapkan mampu menarik kembali para investor untuk berinvestasi di pasar modal. Dengan begitu, dana asing yang masuk ke pasar modal akan naik sehingga memberikan sentimen positif bagi pergerakan bursa saham.

Sebagai catatan, BI sudah menahan suku bunga acuan sebesar 4,25% sejak September 2017 lalu. Sementara itu, The Fed sudah menaikkan suku bunga dua kali dan memicu pengetatan moneter global. Risikonya adalah dana asing di berbagai negara khususnya negara berkembang seperti Indonesia kabur dan kembali ke Amerika Serikat (AS).
"Dengan statement dari BI tersebut, alhamdulillah stabilitas rupiah dapat terjaga," ungkap Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama kepada kumparan (kumparan.com), Jumat (11/5).
Faktor internal lainnya yang menyebabkan IHSG menguat adalah adanya rencana pemerintah yang akan melakukan buy back saham-saham BUMN. Langkah ini dinilai Nafan bisa memberikan sentimen positif bagi pasar. Sementara itu dari sisi eksternalnya, penguatan IHSG disebabkan karena naiknya bursa regional Asia. Oleh karena itu, Nafan memprediksi IHSG akan terus melanjutkan penguatannya hingga minggu depan.
"Para pelaku pasar akan menantikan data makroekonomi domestik, terutama data neraca perdagangan per April yang diproyeksikan surplus, serta penetapan BI 7-Day Repo Rate," jelasnya.
