Sri Mulyani Akan Kucurkan Bantuan untuk Pesantren Rp 2,6 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengucurkan dana Rp 2,6 triliun ke Kementerian Agama untuk disalurkan ke puluhan ribu pondok pesantren yang ada di Indonesia.
Bantuan tersebut diberikan pada anggaran tahun ini, karena pondok pesantren memasuki adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi virus corona.
Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Keuangan, Purwanto, mengatakan bantuan tersebut akan dialokasikan ke berbagai pos.
Pertama, untuk bantuan operasional pendidikan (BOP) lembaga pesantren, madrasah diniyah, dan lembaga pendidikan Alquran sebanyak Rp 2,38 triliun.
Rinciannya, ada 21.173 pesantren yang akan menerima BOP senilai Rp 645 miliar yang terbagi atas tiga golongan pesantren. Pertama Pesantren kecil dengan jumlah siswa 500 orang, Pesantren sedang yang jumlah siswanya 500-1.500 orang, dan Pesantren besar yang siswanya lebih dari 1.500 orang.
Untuk pesantren kecil, jumlahnya tercatat ada 14.906 dengan nilai bantuan masing-masing Rp 25 juta. Sedangkan Pesantren sedang jumlahnya sebanyak 4.032 dengan bantuan Rp 40 juta. Adapun Pesantren besar jumlahnya 2.235 dengan bantuan Rp 50 juta.
"Ini diberikan sekali, one shot. Ini beda-beda bantuannya, tapi sama sekali saja diberikan. Ini digunakan untuk membantu pelaksanaan protokol kesehatan seperti masker, sabun, dan lainnya. Kemenag akan berikan pedomannya," kata Purwanto dalam media briefing Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Pesantren secara virtual, Kamis (16/7).
Selanjutnya ada 62.153 lembaga madrasah diniyah takmiliyah yang akan diberikan masing-masing Rp 10 juta dan 112.008 lembaga pendidikan Alquran masing-masing Rp 10 juta.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan pembelajaran dari bagi 14.115 pesantren selama tiga bulan. Masing-masing diberikan Rp 5 juta per bulan. Itu artinya setiap pondok pesantren akan mendapatkan Rp 15 juta selama tiga bulan.
"Ini boleh digunakan untuk langganan wifi, paket data, kabel, mic, lampu atau kebutuhan belajar daring pesantren. Ini jumlahnya beda-beda karena diberikan hanya untuk pesantren yang masih belum buka atau on kembali," lanjutnya.
Di luar itu, ada juga sinergi bantuan yang diberikan dari Kementerian Desa dan Kementerian Sosial kepada Kementerian Agama agar disalurkan ke guru atau ustaz di pondok pesantren berupa insentif.
"Bantuan Kemensos yang diusulkan untuk bantu ustaz di pondok pesantren. Data sudah dikirim ke Kemensos, berharap bisa dibantu, terutama mereka yang belum dapat bantuan dari tempat lain tapi berhak mendapatkan karena terkena dampak COVID-19," kata Dirjen Pendidikan Agama Islam Kemenag Kamaruddin Amin.
Kementerian Kesehatan juga membantu memberikan edukasi agar para santri sadar dengan kebersihan tempat belajarnya. Para guru juga diajarkan menyiapkan disinfektan sendiri di pesantren agar disemprotkan secara periodik untuk mencegah virus corona.
Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Kirana Pritasari, meminta para pengurus yang akan kembali membuka pesantrennya agar memastikan santri yang datang dalam keadaan sehat. Bagi santri yang punya gejala sakit, diminta mengecek ke rumah sakit.
"Dari sisi anggaran, kami tidak bisa berikan dukungan fisik karena terbatas. Jadi ini bentuknya adalah modelling pada satu pesantren dan menjadi contoh. Tapi memang sangat terbatas. Jadi sebisa mungkin puskesmas di sekitar pesantren ikut membina," ujarnya.
Bantuan lainnya adalah pembangunan sarana dan prasarana kebersihan mulai dari MCK, tempat wudu, hingga tempat mencuci sabun yang banyak di lingkungan pesantren. Untuk sarana prasarana, pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 10 hingga Rp 20 miliar.
Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga, mengatakan pembangunannya masuk dalam program 2020-2024. Khusus tahun ini, akan dijadikan pilot project 10 pesantren di 10 provinsi.
"Jumlah lokasinya sekitar 21 ribu, ini masih perlu survei di 34 provinsi. Alokasi biaya Rp 200 juta per lokasi. Mekanismenya ada dua: padat karya berbasis masyarakat atau kontraktual. Masih dibahas karena situasi pesantren di Indonesia berbeda," ujarnya.
Bantuan APBN untuk pondok pesantren ini tidak hanya dikucurkan tahun ini saja, tapi bakal berlanjut pada 2021. Selain ke lembaga pendidikan Islam, bantuan juga akan dikucurkan ke lembaga pendidikan Kristen Rp 10,5 miliar untuk 300 lembaga. Sedangkan lembaga pendidikan keagamaan lainnya masih dalam proses.
