Sri Mulyani & Erick Thohir Doakan KRI Nanggala 402 Bisa Ditemukan

Kapal selam KRI Nanggala 402 resmi dinyatakan tenggelam pada Sabtu (24/4). Hampir seluruh komponen masyarakat terus berdoa agar KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya bisa segera ditemukan dan dievakuasi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasa dukanya mendengar musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali.
Ia mengajak semua pihak untuk berdoa agar KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya agar dapat ditemukan oleh tim penyelamat
"Kepada keluarga korban, mari kita doakan agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini," tulis Sri Mulyani di akun Instagram-nya, @smiindrawati seperti dikutip kumparan, Minggu (25/4).
Akun media sosial perusahaan pelat merah hingga Menteri BUMN Erick Thohir juga kompak mengajak mengirimkan doa agar seluruh awak KRI Nanggala 402 bisa segera ditemukan dan kembali kepada keluarganya.
Kapal Selam KRI Nanggala Tenggelam
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memastikan kapal selam KRI Nanggala 402 yang sempat hilang kontak pada Rabu (21/4) dini hari di perairan utara Bali subsunk alias tenggelam pada Sabtu (24/4).
Yudo mengatakan kesimpulan itu dia dapat dari penemuan berbagai serpihan berupa di antaranya serpihan torpedo, spons peredam, dan alas untuk salat.
"Dengan demikian dengan adanya bukti otentik yang kini diyakini. KRI Nanggala sehingga pada saat ini isyaratkan dari submiss (hilang) kita tingkatkan fase subsunk (tenggelam). Di mana pada fase subsunk nanti akan kita siapkan evakuasi medis kepada ABK yang kemungkinan masih sehat kita proses berikutnya," ujar dia, Sabtu (24/4).
Seperti diketahui, prosedur atau status kapal selam yang sedang mengalami masalah ada tiga, dimulai dari SUBLOOK, SUBMISS, lalu SUBSUNK. Sub kependekan dari submarine atau kapal selam.
Kapal selam KRI Nanggala hilang kontak pada Rabu (21/4) sekitar pukul 04.00 WITA atau 03.00 WIB. Sehingga cadangan oksigen mencapai batasnya pada Sabtu (24/4) pukul 03.00 WIB.
