Sri Mulyani Bakal Terbitkan Surat Berharga Negara untuk Perumahan Subsidi

20 Februari 2025 19:59 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PKP Maruarar Sirait, Ketua Komisi XI Misbakhun, Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kemenkeu, Kamis (20/2/2025) Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PKP Maruarar Sirait, Ketua Komisi XI Misbakhun, Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kemenkeu, Kamis (20/2/2025) Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) khusus perumahan, untuk mendukung program pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau rumah subsidi.
ADVERTISEMENT
Menurut Sri Mulyani, penerbitan SBN Perumahan ini bagian dari sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna mengatasi backlog perumahan yang mencapai 9,9 juta unit serta merenovasi lebih dari 25 juta rumah tidak layak huni.
"Kami hari ini juga berdiskusi untuk meningkatkan kemampuan dalam mendukung MBR ini dengan penerbitan surat berharga negara perumahan yang nanti akan dialokasikan terutama di dalam pembiayaan MBR ini. Sebetulnya mekanisme modifikasi dari FLPP yang akan di skill up atau akan ditingkatkan volumenya," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (20/2).
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo turut menegaskan dukungan penuh terhadap program perumahan ini. Baik dari sisi kebijakan maupun pendanaan.
"Dukungan pendanaan yang dilakukan Bank Indonesia yang kemarin sudah kami sampaikan, adalah berupa insentif likuiditas kepada bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas. Di antaranya tambahan insentif likuiditas untuk bank-bank menyalurkan kredit ke sektor perumahan itu hingga Rp 80 triliun," ungkap Perry.
ADVERTISEMENT
Selain insentif likuiditas, Perry menambahkan, bank sentral juga akan membantu pendanaan program tersebut melalui pembelian SBN di pasar sekunder.
"Kami sudah bicara dengan Bu Menteri Keuangan yang dananya dapat digunakan tidak hanya untuk debt switching untuk SBN yang jatuh tempo dari ex-Covid, tapi juga untuk pendanaan program-program perumahan, program-program lain dalam asta cita berkaitan dengan hilirisasi maupun juga untuk ketahanan pangan maupun untuk program-program yang lain," jelasnya.
Foto udara rumah subsidi yang telah selesai dibangun di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). Foto: Putra M. Akbar/Antara Foto
Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengatakan, penerbitan SBN khusus perumahan ini akan mendapatkan dukungan politik dari DPR. Menurut dia, kebijakan tiga juta rumah tidak hanya penting bagi sektor perumahan, tetapi juga bagi hilirisasi sumber daya alam dan ketahanan pangan.
"Dan hari ini kita telah menyepakati beberapa hal dan Alhamdulillah kita memberikan kesimpulan yang sangat substansial dari Bank Indonesia soal dukungan perumahan ini," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kementerian BUMN. Wakil Menteri BUMN Doni Oskaria menegaskan, bank-bank Himbara akan berperan dalam menyalurkan kredit perumahan dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik.
"Tentu kami berkomitmen untuk mensukseskan program dari para pemerintah melalui Bank-Bank Himbara tentu dengan mengedepankan tata kelola yang baik pastinya," ujar Doni.
Menteri PKP Maruarar Sirait menutup pembahasan dengan harapan, sinergi antara DPR, pemerintah, dan BI dapat menghasilkan solusi nyata dalam mengatasi permasalahan perumahan rakyat.
"Artinya di sini menunjukkan semua DPR, pemerintah, Bank Indonesia bersatu untuk membantu perumahan rakyat yang backlog-nya masih 9,9 juta," ujarnya.