Kumparan Logo

Sri Mulyani Beberkan 3 Hal Penting Menuju Indonesia Emas 2045

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi April 2024 di Jakarta, Jumat (26/4/2024).  Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi April 2024 di Jakarta, Jumat (26/4/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan Indonesia bermimpi menjadi negara maju di usianya ke-100 tahun pada 2045 mendatang. Menurut dia, ada tiga hal yang harus menjadi fokus Indonesia untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Pertama, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor digital. Dia mengatakan, pemerintah sudah menggelontorkan sejumlah anggaran jumbo khusus di sektor pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas SDM.

Sri Mulyani menilai dalam mewujudkan SDM yang unggul, diperlukan juga perbaikan pada jaring pengaman sosial sebagai bentuk perlindungan untuk menjamin seluruh masyarakat yang terdampak ekonomi.

“Banyak orang di indonesia yang masih dalam kondisi kurang beruntung. Kita tidak boleh membiarkan sebagian kelompok masyarakat tertinggal di belakang," kata Sri Mulyani dalam acara 2024 Fitch on Indonesia di Hotel Mandarin Oriental, Rabu (15/5).

"Jadi kita harus terus menekan angka kemiskinan, tahun ini kita ingin kemiskinan ekstrem menjadi persen. Isu stunting juga harus diatasi serius,” imbuhnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bercanda gurau dengan sejumlah pejabat Kementerian Keuangan sebelum konferensi pers APBN KiTa edisi April 2024 di Jakarta, Jumat (26/4/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Hal kedua yang perlu diperhatikan pemerintah adalah pembangunan infrastruktur. Bendahara negara itu mengatakan, pembangunan infrastruktur harus berkelanjutan.

Dia mengatakan Presiden Joko Widodo sudah banyak melakukan investasi di bidang infrastruktur. Mulai dari investasi dalam konektivitas pelabuhan dan bandara, jalur tol, investasi dalam jalan di Papua, jalur kereta di Sulawesi, hingga IKN Nusantara.

Terakhir, Sri Mulyani meminta pemerintah fokus pada infrastruktur institusional. Ia menilai kualitas dari sistem legal dan birokrasi pemerintahan di Indonesia harus terus diperbaiki.

“Membuat Undang-Undang adalah satu hal, mengimplementasikan secara bersih dan konsisten adalah hal lain yang berbeda. Dengan demokrasi yang terbuka di Indonesia, tantangannya adalah bagaimana kita menggabungkan keterbukaan dan inklusivitas ini tapi juga efektivitas dari pemerintahan,” tegasnya.

instagram embed