Sri Mulyani Beberkan Portofolio Pembiayaan JICA Tembus Rp 63 Triliun

14 Februari 2023 19:28
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Acara Penandatanganan Perjanjian oleh Indonesia Investment Authority (INA) Tahun 2022, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Kamis (14/4/2022). Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Acara Penandatanganan Perjanjian oleh Indonesia Investment Authority (INA) Tahun 2022, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Kamis (14/4/2022). Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan portofolio pembiayaan Japan International Coorperation Agency (JICA) tembus 551 miliar yen atau setara Rp 63,15 triliun (kurs Rp 114,59 per yen).
Bendahara negara tersebut menjelaskan pembiayaan JICA di Indonesia bersifat proyek dengan portofolio yang sangat signifikan di bidang infrastruktur.
"Pertama proyek MRT di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebesar 227 miliar yen," kata Menkeu dalam konferensi pers, Selasa (14/2).
Kedua, proyek perumahan publik di Kementerian Perencanaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai 204 miliar yen. Kemudian, proyek di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebanyak 8 miliar yen.
Selanjutnya ada proyek penerusan PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina untuk tiga proyek dengan komitmen sebesar 55 miliar yen.
"Proyek Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas senilai 7 miliar yen," terang dia.
Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan JICA memberikan komitmen untuk ekspansi MRT di Jakarta agar bisa lebih lengkap. Sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih lengkap kepada seluruh arus mobilitas masyarakat.
Kemudian untuk proyek penanggulangan banjir karena JICA memiliki keahlian dan di Tokyo dibangun berbagai proyek untuk menanggulangi dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir.
"JICA memiliki perhatian atau ketertarikan untuk bisa membantu penanggulangan banjir tersebut. JICA juga tertarik dalam pembangunan program SDM di Indonesia," tandasnya.