Sri Mulyani Bicara Sumbangsih Ekonomi Syariah, Total Aset Capai Rp 2.375 Triliun
·waktu baca 2 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani bicara soal andil ekonomi syariah dalam pembangunan Indonesia. Ia mengungkapkan total aset keuangan syariah mencapai Rp 2.375,8 triliun.
Menurut Sri Mulyani, perbankan syariah menjadi motor penggerak dalam pembangunan. "Dan BSI tentunya menjadi salah satu motor utama," kata Menkeu pada sambutannya di Acara Anugerah Adinata Syariah 2023, BSI Tower, Jakarta, Jumat (26/5).
Sri Mulyani mengungkapkan, kerja sama antarlembaga diperlukan buat menjaga sumbangsih tersebut. Salah satunya dengan pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), terutama di tingkat provinsi.
Menurut bendahara negara, pemerintah tengah mengembangkan aktivitas ekonomi syariah, dengan tujuan menjadikan Indonesia menjadi produsen pusat halal dunia.
“Pengembangan aktivitas ekonomi syariah selain merupakan manifestasi ajaran Islam juga merupakan sebuah kebutuhan pembangunan Indonesia. Pemerintah ingin memposisikan Indonesia sebagai pelaku utama dan sekaligus hub ekonomi syariah serta produsen pusat halal dunia,” ucap Sri Mulyani.
Bentuk dukungan pemerintah, papar Menkeu, diberikan dalam berbagai kemudahan dalam pengembangan industri syariah. Pertama, dalam rangka kemudahan berusaha dukungan diberikan dalam berbagai bentuk termasuk fasilitas sertifikasi halal dan kemudahan ekspor bagi UMKM industri halal.
Kedua, yaitu fasilitas yang berkaitan dengan perpajakan Kementerian Keuangan telah melakukan pemadanan antara Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
“Bagi UMKM yang omzetnya masih di bawah Rp 500 juta maka terbebas dari pajak penghasilan tunai,” tutur Sri Mulyani.
