Kumparan Logo

Sri Mulyani Catat Realisasi Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp 551,2 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Relawan Sandiaga Uno membagikan voucher subsidi BBM murah Rp 2.000 per liter kepada ojol di SPBU Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Relawan Sandiaga Uno membagikan voucher subsidi BBM murah Rp 2.000 per liter kepada ojol di SPBU Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Dok. Istimewa

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat, realisasi anggaran subsidi dan kompensasi sepanjang 2022 tembus di angka Rp 551,2 triliun. Angka tersebut melesat lebih dari tiga kali lipat dari asumsi subsidi dan kompensasi 2022.

Bendahara negara tersebut menjelaskan, pemerintah melalui APBN 2022 memproyeksi, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD 63 per barel. Namun, tiba-tiba perang Rusia dan Ukraina yang menyebabkan harga minyak mentah melonjak dan sempat menembus USD 126 per barel.

Akhirnya pemerintah menaikkan asumsi rata-rata ICP pada Perpres No. 98/2022 menjadi USD 100 per barel. Secara keseluruhan, rata-rata ICP pada 2022 mencapai USD 97 per barel.

Menurut dia, jika pada September lalu pemerintah tidak melakukan penyesuaian dari sisi belanja dengan menaikkan subsidi dan kompensasi, maka harga BBM di dalam negeri berpotensi naik hingga empat kali lipat.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Bincang APBN 2023 di Gedung BKF Kementerian Keuangan, Jumat (28/10). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

“Konsekuensinya subsidi dan kompensasi melonjak lebih dari tiga kali lipat. Dari Rp 152,5 triliun, kita tambahkan alokasi menjadi Rp 502,4 triliun, dan pada akhir tahun ini kita melihat realisasinya bahkan lebih tinggi lagi yaitu Rp 551,2 triliun,” terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (3/1).

Menkeu merinci, berdasarkan komponen, realisasi subsidi energi meningkat menjadi Rp 171,9 triliun, dari pagu APBN 2022 sebesar Rp 134,0 triliun, namun masih lebih rendah dari pagu yang ditetapkan dalam Perpres No. 98/2022 sebesar Rp 208,9 triliun.

Di sisi lain, kompensasi energi juga ikut melonjak dengan realisasi mencapai Rp 379,3 triliun, dari pagu Rp 18,5 triliun dalam APBN 2022, dan meningkat dari pagu Rp 293,5 triliun dalam Perpres No. 98/2022. Lebih lanjut, kompensasi energi tersebut terdiri dari realisasi kompensasi untuk BBM sebesar Rp 307,2 triliun dan kompensasi untuk listrik sebesar Rp 72,1 triliun.

“Jadi dua BUMN, untuk Pertamina dia memegang hampir lebih dari Rp 422 triliun sendiri dari alokasi APBN, tentu bukan untuk Pertaminanya. Pada akhirnya yang menikmati masyarakat, berupa LPG, Pertalite, Diesel, semua disubsidi," ungkap Menkeu.

"Listrik PLN juga sama kita berikan lebih dari Rp 126 triliun. ini menggambarkan bagaimana masyarakat menikmati dengan tidak ada kenaikan atau dengan kenaikan yang relatif minimal,” pungkasnya.