Kumparan Logo

Sri Mulyani Curhat Cukai Minuman Berpemanis: Diabetes Meningkat, BPJS Membengkak

kumparanBISNISverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Mou koordinasi percepatan dan perluasan transaksi pemerintah daerah secara elektronik, di Kemenko Perekonomian. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Mou koordinasi percepatan dan perluasan transaksi pemerintah daerah secara elektronik, di Kemenko Perekonomian. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku sangat serius menerapkan cukai minuman berpemanis tersebut. Sebab, dampaknya terhadap penyakit diabetes di Indonesia cukup tinggi.

Adapun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, menambahkan minuman berpemanis menjadi basis barang yang dikenakan cukai.

Dampaknya, kata dia, biaya kesehatan membengkak yang membuat BPJS kesehatan defisit. Apalagi diabetes ta hanya menyerang usia dewasa atau lanjut, tapi juga remaja yang masih belasan tahun.

"Di Indonesia, prevalensi diabetes melitus di atas 15 tahun meningkat tajam dari 1,1 persen menjadi 2 persen dari penduduk. Jadi kalau penduduk 267 juta, bisa bayangkan. Ini salah satu yang menyebabkan biaya cukup besar di BPJS kesehatan," ujar Sri Mulyani saat Raker Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (19/2).

Sri Mulyani melanjutkan, gaya hidup masyarakat Indonesia yang masih lekat dengan konsumsi gula berlebih menjadi penyebab yang tak dipungkiri. Selain itu, juga akibat peningkatan kesejahteraan yang menyebabkan gaya hidup instan juga berpengaruh.

"Dan fenomenanya meningkat terutama dengan kenaikan income masyarakat. Indikasi diabetes bisa bermacam-macam dari kesehatan, apakah stroke, gagal ginjal dan lain-lain," ujarnya.

Ilustrasi Belanja Bulanan Foto: Pixabay/Storyblocks

Dia mencontohkan negara yang kini telah lebih maju terhadap regulasi pengurangan konsumsi gula. Misalnya saja Singapura yang menetapkan program-program pencegahan diabetes dengan pengurangan minuman berpemanis.

Amerika Serikat juga cukup serius dalam menangani penyakit diabetes. Selain menerapkan cukai minuman berpemanis, Amerika juga memberikan label terkait kandungan gula.

"Sekarang di Inggris ada pemikiran progresif, kalau saya katakan, jumlah kalorinya adalah 500 kalori maka disebutkan juga kamu harus lari berapa km satu hari ini untuk burn kalori," ujarnya.