Sri Mulyani Curhat Jam Kerja Lebih Panjang Saat WFH, 24 Jam Sehari

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama pandemi virus corona, membuat pekerjaan jauh lebih berat dibandingkan dengan bekerja di kantor.
Menurut dia, bekerja dari rumah tidak ada batasnya antara kegiatan rumah dan pekerjaan. Dengan demikian, waktu kerja memakan waktu hampir sehari penuh.
"Saya lebih banyak disebut jam kerjanya lebih dari jam kerja normal. Karena WFH artinya 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, enggak ada bedanya home sama work. Jadi kerja luar biasa panjang, enggak ada jedanya," ujar Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (19/6).
Namun menurut dia, bekerja di rumah jauh lebih efektif dibandingkan harus berangkat ke kantor. Sebab dia tak perlu mengeluarkan energi lebih menghadapi kemacetan Jakarta.
"Orang menganggap kalau dari satu meeting ke meeting lain enggak perlu travelling time, traffic, cuma pindah dari satu zoom to another zoom. Di Kemenkeu juga harus menyediakan bahan karena ada konsekuensi keuangan negara," jelasnya.
Dari hasil survei kepada 12.000 pegawai Kemenkeu selama tiga bulan melakukan kerja dari rumah, sebanyak 28,4 persennya mengaku pekerjaan menjadi lebih banyak.
Sementara 31 persen merasa bekerja dari rumah membuat waktu kerja menjadi lebih sedikit, dan sebanyak 43 persen lainnya merasa waktu kerja menjadi sama saja.
Mengenai efektivitas bekerja, sebanyak 34 persen merasa sama saja, 13 persen merasa kurang efektif, dan sebanyak 51,9 persen merasa lebih efektif.
"Saya ini termasuk yang 51 persen itu (lebih efektif), karena saya enggak usah stress untuk travelling, memikirkan traffic. Namun saya tahu, kita semua masing-masing. Saya berbesar hati ada 51,9 persen yang merasa lebih efektif dengan WFH," jelas dia.
Sri Mulyani berpesan kepada seluruh pegawai Kemenkeu bahwa cara bekerja bisa saja berubah, baik WFH maupun di kantor, maupun kombinasi keduanya. Namun dalam melakukan kerja tersebut, harus tetap berpegang pada ketepatan dan integritas.
"Anda jadi bagian dari Kemenkeu, harus menjalankan tugas keuangan negara. Cara kita bisa berubah, bisa bekerja dari rumah, dari kantor, atau kombinasi office dan rumah, namun yang harus kita pegang kualitas kerja tidak boleh turun, harus naik," ujarnya.
