Sri Mulyani di Depan Mahasiswa Undip: Jadi Menkeu Terbaik Enggak Selalu Enak

23 Oktober 2023 19:01 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers Devisa Hasil Ekspor di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers Devisa Hasil Ekspor di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan tidak mudah menjadi menteri di tengah situasi global yang sedang tidak baik-baik saja, mulai dari ada pandemi COVID-19, perang Rusia-Ukraina, hingga memanasnya konflik Hamas-Israel.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ia mendapatkan banyak pengalaman selama memimpin Kementerian Keuangan saat menghadapi berbagai tantangan tersebut.
“Jadi kalau Mas Firman (Wakil Dekan Undip) membacakan CV saya, kayaknya kalian mikirnya Ibu Menteri Keuangan hidupnya enak banget, juara terus, jadi menteri terbaik, jadi menteri terbaik jadi gitu kayaknya enak, enggak juga,” kata Sri Mulyani saat Kuliah Umum Kebijakan Fiskal di Tengah Konstelasi Kepemimpinan Global virtual, Senin (23/10).
Sri Mulyani mengatakan tekanan yang dihadapi tidak terlihat dalam raut wajahnya saat ini. Namun, bukan berarti ia tenang-tenang saja menghadapi tantangan yang ada.
Sri Mulyani mengibaratkan perjalanan hidup manusia sama seperti kondisi perekonomian negara yang mengalami naik dan turun.
"Umur saya itu sudah di atas 60, i have quite a lot and experiencing so many thing yang paling painful. Kalian bayangin muka saya kayaknya enggak muka orang yang menderita kan. Jangan terlalu mudah untuk percaya dengan apa yang kalian lihat," ujar Sri Mulyani.
ADVERTISEMENT
Bendahara Negara itu mengungkapkan salah satu dampak akibat perang geopolitik adalah harga minyak menembus USD 100 per barel. Sentimen dari luar negeri juga berasal dari DPR AS gagal memilih ketua baru pada putaran pemungutan suara.
"Harga minyak mau naik ke USD 100 per barel, kemudian terjadi perang yang semuanya khawatir, sekarang ini Amerika Serikat tidak ada ketua DPR-nya, sehingga mereka nggak bisa mengendalikan sistem gonjang ganjing ini. Sebetulnya dunia kalian happy-happy saja malah pengen dengerin Menteri Keuangan," ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani menuturkan pertumbuhan ekonomi negara tidak hanya bergantung pada pertumbuhan konsumsi, tetapi juga diiringi dengan produktivitas. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5 persen selama tujuh kuartal berturut-turut seiring negara lain sedang menghadapi krisis global.
ADVERTISEMENT