Kumparan Logo

Sri Mulyani hingga Basuki Hadimuljono Masuk Radar PDIP untuk Pilgub DKI 2024

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri pupr Basuki Hadimuljono di acara Media Forum yang bertemakan Creative and Innovative Financing: Showcasing Indonesia Model di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri pupr Basuki Hadimuljono di acara Media Forum yang bertemakan Creative and Innovative Financing: Showcasing Indonesia Model di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono masuk radar PDIP untuk diusung di Pilkada DKI 2024. Kedua sosok tersebut sedang digodok dengan nama-nama lainnya mulai dari eks Panglima TNI Andika Perkasa, Menteri PANRB Azwar Anas, hingga Mensos Tri Rismaharini.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan saat ini pihaknya masih menyaring nama-nama yang disiapkan tersebut untuk Pilkada DKI 2024.

"Nama-nama akan tersaring sesuai dengan usulan dari daerah daerah yang mohon maaf belum kami sebut karena masih melakukan proses pencermatan," kata Hasto di Markas TPN Ganjar-Mahfud, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (6/5).

"Nama-nama sedang digodok, hari ini kami juga rapat secara maraton terhadap Kepala Daerah PDIP yang berprestasi, yang memperoleh kenaikan kursi di DPRD kabupaten/kota lebih dari 70," tambahnya.

Selain nama-nama tersebut, PDIP juga tidak menutup kemungkinan menimang 2 nama besar yang pernah berlaga di Pilgub DKI 2017, yaitu Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/4/2024). Foto: ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso

Hasto menegaskan saat ini partainya masih ada dalam tahap penjaringan.

"Jadi kita kan partai demokrasi yang berkarakter Indonesia, sehingga nama-nama itu diusulkan dari bawah, kalau Gubernur diusulkan dari DPC dan DPD," tutur Hasto.

"Dan nama-nama tersebut baru proses penjaringan di tingkat provinsi untuk calon gubernur dan wakil gubernur," lanjutnya.

Artinya, belum ada keputusan spesifik. Termasuk soal kemungkinan mengusung Anies atau Ahok.

Di Pilgub 2017, Anies dan Ahok bersaing ketat sampai putaran kedua. Saat itu Ahok yang berpasangan dengan kader PDIP Djarot Saiful Hidayat tumbang dari Anies dan Sandiaga Uno.