Sri Mulyani Ingatkan Anak Buah: Ego Anda Tidak Penting, Unit Harus Kerja Sama

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi pesan agar tidak mengedepankan ego diri sendiri, kepada 22 pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang baru dilantik pagi ini, Jumat (23/5).
Bendahara negara itu mengulangi kata-kata “ego Anda tidak penting” dalam pidatonya usai melantik 22 pejabat baru termasuk beberapa nama yang telah lama berkantor di Kemenkeu, seperti Askolani hingga Luky Alfirman. Dia meminta anak buahnya untuk bekerja sama dengan tim secara baik dan bertanggung jawab tanpa memperhatikan ego diri sendiri.
Anda memimpin unit-unit yang luar biasa penting, ego Anda tidak penting, ego Anda tidak penting. Yang penting adalah unit dan jajaran bisa bekerja optimal dan bisa bekerja bersama-sama,” tutur Sri Mulyani di Kantor Kemenkeu, Jumat (23/5).
Ucapan Sri Mulyani ini kemudian diiringi oleh tepuk tangan dari pejabat yang hadir di Auditorium Kemenkeu. Menurut dia tepuk tangan ini mengingatkan pejabat yang dilantik agar tidak menghiraukan ego sendiri.
“Meskipun yang tepuk tangan itu spouse (pasangan pejabat yang dilantik), jadi artinya spouse harus mengingatkan para pejabatnya ego anda tidak penting. Yang penting adalah kebersamaan,” katanya.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengomentari pesan Sri Mulyani soal kerja sama tim ini. Terlebih salah satu pejabat yang dilantik adalah Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak menggantikan Suryo Utomo.
“Tentu team work seperti yang disampaikan oleh Bu Menkeu kerja sama itu penting karena pajak itu kan ada 70.000, sehingga organisasi menjadi penting dan menjaga kerja sama baik horizontal maupun vertikal dan target dari pemerintah bapak presiden adalah menaikkan tax rasio,” kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jumat (23/5).
Berikut 22 pejabat yang dilantik Sri Mulyani pagi ini:
1.Heru Pambudi sebagai Sekretaris Jenderal
2. Febrio Kacaribu sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal
3. Luky Alfirman dilantik menjadi Dirjen Anggaran
4. Bimo Wijayanto menjadi Dirjen Pajak
5. Letjen Djaka Budi Utama menjadi Dirjen Bea dan Cukai
6. Astera Primanto Bhakti sebagai Dirjen Jenderal Perbendaharaan
7. Rionald Silaban sebagai Dirjen Kekayaan Negara
8. Askolani sebagai Dirjen Perimbangan Negara
9. Suminto sebagai Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
10. Masyita Crystallin sebagai Dirjen Stabilitas Pengembangan Sektor Keuangan
11. Awan Nurmawan sebagai Inspektur Jenderal
12. Suryo Utomo sebagai Kepala Badan Teknologi, Informasi dan Intelijen Keuangan
13. Andin Hadiyanto sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
14. Irwan Djuniardi sebagai Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak
15. Yon Arsal sebagai Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak
16. Nufransa Wira Sakti sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak
17. Dwi Teguh Wibowo sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara
18. Mochamad Agus Rofiudin sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Bukan Pajak
19. Sudarto sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara
20. Parjiono sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional
21. Arief Wibisono sebagai Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal
22. Rina Widiyani Wahyuningdyah sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Hubungan Kelembagaan.
