Kumparan Logo

Sri Mulyani ke Dirjen Bea Cukai Baru: Kejar Penerimaan, Basmi Penyelundupan

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: HO-Kementerian Keuangan/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: HO-Kementerian Keuangan/Antara

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini merotasi enam pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Salah satunya Askolani yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, dari sebelumnya Dirjen Anggaran.

Sri Mulyani mengatakan, tugas sebagai Dirjen Bea Cukai sangat menantang. Ia pun meminta Askolani dapat mempertahankan dan mengejar target penerimaan negara, khususnya di bidang kepabeanan dan cukai.

"Kepada pak Askolani sebagai Dirjen Bea Cukai, suatu tugas baru dan menantang, banyak reformasi yang sudah dilakukan di masa kepemimpinan Pak Heru (Dirjen Bea Cukai sebelumnya)," ujar Sri Mulyani usai pelantikan, Jumat (12/3).

Selain itu, Sri Mulyani juga meminta Askolani dapat melanjutkan program reformasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), memperkuat integritas, budaya organisasi, hingga pengeluaran kelembagaan.

"Selama 2020 mencapai target penerimaan negara, itu suatu prestasi, saya minta 2021 harus tetap dipertahankan, dan ini bukan langkah yang mudah," jelasnya.

Dirjen Bea Cukai, Askolani. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Askolani juga diminta dapat mengoptimalkan penerimaan negara yang berasal dari kepabeanan dan cukai, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi, serta membangun data analitik yang dijadikan alat penerimaan negara bersama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan.

"Saya akan terus meminta DJBC meningkatkan pelayanan dalam fasilitas perdagangan dan industri dalam rangka mendorong ekspor, di mana Kanwil memiliki tugas mendorong langkah ekspor Indonesia, serta terus melakukan perlindungan bagi perekonomian dan masyarakat berbagai ancaman penyelundupan," tambahnya.

Askolani menempuh pendidikan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Sriwijaya Palembang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1990, kemudian mendapatkan gelar Master of Arts Economics and Banking di Universitas Colorado pada tahun 1999.

kumparan post embed

Kariernya di Kementerian Keuangan dimulai di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (1992-2001) sebagai Pelaksana, Kepala Urusan Penerimaan Minyak Bumi, Kepala Subbagian Penerimaan Migas, dan Kepala Subbagian Penerimaan Pembangunan.

Karirnya di Kemenkeu semakin cemerlang. Hingga pada 2008, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan pada 31 Desember 2008 diangkat menjadi Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Pada tanggal 21 Juni 2011 dipercaya sebagai Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak di Direktorat Jenderal Anggaran, serta pada 27 November 2013 Askolani dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran.