Sri Mulyani Kenang 20 PNS Kemenkeu Korban Lion Air: Mereka Berbakti

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pagi ini menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Oeang ke-72 di lapangan upacara Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Dalam pengarahannya, Sri Mulyani meminta kepada seluruh pegawai Kemenkeu untuk mendoakan korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 20 pegawai Kemenkeu juga ada dalam pesawat tersebut.
"Pagi ini kita peringati Hari Oeang ke-72 yang memiliki tema 'Kemenkeu Berbakti pada Negeri.' Pada peringatan pagi ini, mari menundukkan kepala sejenak dan doakan teman-teman kita, jajaran Kemenkeu yang jadi korban kecelakaan Lion Air JT-610," ujar Sri Mulyani di lapangan upacara Kemenkeu, Jakarta, Selasa (30/10).
Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, 20 pegawai Kemenkeu yang menjadi korban tersebut telah berbakti kepada negeri. Hal ini lantaran mereka memilih pesawat pagi agar bisa kembali bertugas di wilayahnya masing-masing.
"Mereka semua bangun dini hari untuk menuju ke tempat tugas, berbakti bagi negeri. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memberi jalan terbaik dan ampunan, serta balasan yang berlipat atas seluruh amal dan pengabdian mereka kepada RI," jelasnya.

Sri Mulyani pun dengan bangga menyebut ke-20 korban tersebut telah memberikan insipirasi baginya untuk terus mengabdi dan menjalankan tugas negara dengan baik.
"Saya bangga dengan dedikasi mereka semua, saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Kemenkeu akan selalu jadi inspirasi dalam menjalankan tugas," kata dia.
Tak lupa, dia pun menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. "Untuk keluarga yang ditinggalkan, selalu diberi kekuatan, ketabahan, dan kesabaran. Kita tak pernah tahu kapan akan berhenti di dunia ini. Kita selalu berikhtiar, memberi yang terbaik," tambahnya.
Pesawat Lion Air JT-610 semestinya tiba di Pangkalpinang, Bangka Belitung pada Senin (29/10) pukul 07.20 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta. Tetapi baru 13 menit terbang, yakni pukul 06.20 WIB, pesawat hilang kontak dan dilaporkan jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.
