Kumparan Logo

Sri Mulyani Pastikan RAPBN 2025 Bisa Berubah, Disesuaikan Program Prabowo

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat Rapat  dengan Komisi XI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (28/8/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat Rapat dengan Komisi XI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (28/8/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan alasan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dalam RAPBN 2025 senilai Rp 976,8 triliun atau lebih kecil dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ia mengatakan hal itu karena belum ada penetapan program prioritas Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam K/L.

Sri Mulyani mencontohkan program prioritas Prabowo Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dikelola oleh lembaga baru yaitu Badan Gizi. Sehingga komposisi antara K/L dengan Bendahara Umum Negara (BUN) masih bisa berubah seiring pemerintahan baru akan menjalankan program-program prioritasnya.

“Kita lihat yang pitch Rp 976,8 triliun belanja (K/L) lebih kecil dari 2 tahun terakhir, namun ini karena belum ditetapkan beberapa program prioritas untuk K/L yang mana,” ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Komisi XI, Rabu (28/8).

“Seperti Makan Bergizi Gratis dengan adanya Badan Gizi, nanti akan naik ke akan naik pitch munculnya lembaga baru seperti Badan Gizi,” tambahnya.

Kemudian, program prioritas Prabowo seperti renovasi sekolah-sekolah akan dikelola oleh Kementerian PUPR. Program lainnya seperti sekolah unggulan dilaksanakan oleh pemerintahan di bawah presiden terpilih.

“Komposisi antara K/L dengan BUN masih dengan berubah seiring pemerintah terpilih melaksanakan program-program prioritasnya,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani sebelumnya mengungkapkan pemerintah setuju agar program Makan Bergizi Gratis menyasar ibu hamil hingga balita. Program tersebut sudah diujicobakan untuk anak-anak sekolah dari SD hingga SMA.

“Pemerintah sependapat dengan pandangan fraksi Demokrat dan PKS mengenai program Makanan Bergizi Gratis yang harus menyasar ibu hamil, menyusui dan balita yang diharapkan sekaligus meningkatkan kecukupan gizi, peningkatan kecerdasan anak dan pencegahan stunting,” kata Sri Mulyani saat Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025, Selasa (27/8).

Sri Mulyani juga menyebut penurunan prevalensi stunting menjadi salah satu fokus dari anggaran kesehatan untuk tahun 2025. Untuk itu, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan pada anggaran tahun depan.