Kumparan Logo

Sri Mulyani: Pendapatan Negara Terkontraksi 6,2%, Dampak Harga Komoditas Merosot

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pendapatan negara tahun 2024 hingga saat ini mengalami kontraksi, yakni mencapai 6,2 persen. Kondisi tersebut akibat tekanan dari harga komoditas yang terus merosot.

"Pendapatan negara mengalami tekanan akibat harga komoditas yang turun. Mengalami kontraksi 6,2 persen," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di, Jakarta, Jumat (2/8).

Sementara di sisi belanja, Sri Mulyani mengatakan terjadi peningkatan karena adanya kebutuhan untuk Pemilu hingga program perlindungan sosial atau perlinsos yang harus dilakukan akibat el nino.

"Kenaikannya 11,5 persen. Sehingga defisit APBN tahun 2024 sebesar Rp 77,3 triliun atau 0,34 persen. Masih di bawah batas aman," katanya.

Adapun berdasarkan data APBN KiTA semester I 2024, realisasi pendapatan negara dan hibah tercatat Rp 1.320,73 triliun atau telah mencapai 47,13 persen dari target pada APBN 2024. Secara nominal capaian tersebut lebih rendah Rp 87,17 triliun.

Konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III tahun 2024 di Jakarta, Jumat (2/8/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Realisasi penerimaan perpajakan bersumber dari penerimaan pajak, kepabeanan, dan cukai, hingga semester I 2024 penerimaan pajak tercatat Rp 893,85 triliun, serta kepabeanan dan cukai Rp 134,19 triliun.

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara hingga semester I 2024 mencapai Rp 1.398,05 triliun (42,05 persen dari pagu, tumbuh 11,34 persen (yoy).

Realisasi belanja negara tersebut meliputi realisasi belanja pemerintah pusat Rp 997,92 triliun dan transfer ke daerah (TKD) Rp 400,13 triliun.

instagram embed