Sri Mulyani: Perlu Pertumbuhan Ekonomi 6-8 Persen untuk Mencapai Indonesia Emas
·waktu baca 2 menit

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan Indonesia perlu mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi antara 6-8 persen untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi tersebut, Sri Mulyani menyoroti kualitas dan inklusivitas yang terus diperbaiki. Untuk mewujudkan pertumbuhan yang tinggi, kontribusi produktivitas harus ditingkatkan melalui investasi SDM dan transformasi ekonomi untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi.
“Kami menyadari bahwa untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Indonesia perlu mencapai pertumbuhan tinggi antara 6-8 persen dengan kualitas dan inklusivitas yang terus diperbaiki,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (4/6).
Ia menambahkan, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan kesejahteraan dan pemerataan antardaerah perlu ditopang APBN yang efisien, sehat, dan kredibel.
Dalam meningkatkan kualitas belanja di tahun 2025, Pemerintah secara konsisten terus melanjutkan penguatan spending better agar belanja lebih efisien dan efektif, namun lebih produktif untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan.
“Dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kebijakan fiskal 2025 didesain tetap ekspansif, terarah, dan terukur, dengan defisit dikendalikan di kisaran 2,45-2,82 persen PDB,” tutur Sri Mulyani.
Target Indonesia ingin menjadi negara maju di 2045 dengan harus mengejar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen setiap tahunnya.
Apabila skenario ini berjalan sesuai harapan, maka pertumbuhan rata-rata ekonomi Indonesia akan kembali konsisten mulai 2029. Sebaliknya, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 6 persen atau bahkan 5 persen, keinginan untuk lolos dari jebakan Middle Income Trap akan sulit digapai.
Country Director Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) Indonesia Resident Mission, Jiro Tominaga, mengatakan setelah berhasil mengendalikan virus Covid-19, pertumbuhan ekonomi harus jadi perhatian pemerintah.
“Tugas Indonesia pasca pandemi adalah meningkatkan pertumbuhan (ekonomi) di atas 6 persen, untuk mencapai visi jangka panjang Indonesia untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045,” kata Jiro di kantor ADB Indonesia pada Kamis (14/12/2023).
