Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Hanya 3,3 Persen

Pertumbuhan ekonomi global diprediksi hanya akan menyentuh 3,3 persen pada tahun ini, turun dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3,5 persen. Hal tersebut dipicu akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang belum juga usai.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi tersebut turut dibahas dalam pertemuan IMF-World Bank Spring Meetings 2019 di Washington, Amerika Serikat, pada pekan lalu.
"Itu merevisi prediksi baru-baru ini sebesar 3,5 persen dari GDP (Gross Domestic Product)," kata Sri Mulyani dalam Seminar ABAC Women's Luncheon di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (24/4).
Sehingga, ketidakpastian ekonomi global masih akan terus membayangi. Menurut Sri Mulyani, kondisi tersebut akan turut berpengaruh terhadap perekonomian negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Menurut Sri Mulyani, saat ini ruang kebijakan untuk banyak negara dalam mengatasi masalah tersebut sudah hampir habis. Misalnya seperti kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.
"Banyak negara di dunia sudah memiliki rasio utang terhadap PDB yang lebih tinggi, ini membuat kendala bagi negara tersebut (untuk berkembang)," ujarnya.
Dia pun berharap, ketegangan antara AS dengan China dan faktor lain yang menjadi faktor pembuat ketidakpastian ekonomi global dapat teratasi. Namun Sri Mulyani mengklaim sejauh ini, Indonesia tidak terlalu terdampak ketidakpastian itu.
