Sri Mulyani: Saking Pintarnya Akuntan, Berpotensi Untungkan Diri Sendiri
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan profesi keuangan seperti akuntan dan aktuaris harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu menata risiko keuangan. Sebab, profesi keuangan yang tidak kompeten dapat menimbulkan malapetaka.
"Menjadi fasilitator mengkondisikan dari ketidakkompetenan dan kemudian menimbulkan malapetaka besar bagi masyarakat perusahaan atau perorangan dan bagi negara," kata Sri Mulyani dalam pembukaan Expo Profesi Keuangan, di Jakarta Pusat, Selasa (25/7).
Di hadapan para pekerja di bidang keuangan itu, Sri Mulyani menekankan sangat berbahaya jika mereka punya predikat profesional, tetapi tidak kompeten dalam bidang profesinya.
"Tidak kompeten tidak menentu dalam bahasa pergaulan bego atau lebih kasar lagi tolol. Tapi memiliki predikat profesional itu bahaya sama seperti kita punya mobil atau bus atau pesawat yang menyetir sopir kita semuanya ada di dalam bahaya," ungkap Sri Mulyani.
Bahkan, Sri Mulyani menyebut banyak profesi keuangan seperti akuntan hingga aktuaris yang pintar, namun mencari kesempatan yang menguntungkan diri sendiri.
"Kalau pun dia kompeten dan pintar banget, saking pintarnya dia melihat semua transaksi itu menimbulkan kesempatan untuk menguntungkan dirinya sendiri, orang pintar itu. Cobaannya beda dengan orang bego. Orang pintar itu membeli semua opportunity di situ letak integritas," tegas Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga mengaku profesinya sebagai Menteri Keuangan sering disalahkan setiap ada krisis keuangan. Padahal, menurutnya krisis keuangan perbankan di Indonesia pada 1997-1998 semuanya berasal dari kesalahan profesi keuangan dalam membuat asesmen.
"Herannya kalau terjadi krisis keuangan, Anda gak pernah disebut. Kan enggak pernah waktu krisis 1998 IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) ditanyain, kan enggak. Kan banyak interpretasi yang salah banget. Terjadi asuransi bertumbangan, emang pernah yang ditanya profesi akuntan atau aktuaris, enggak kan? yang dimarahi menkeu sih sering, yang cuci piring," ungkap Sri Mulyani.
