Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Fenomenal: Suku Bunga Dunia Naik, di Sini Turun
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut ekonomi Indonesia semakin kuat, di tengah masih adanya tekanan global. Hal itu terlihat dari tingkat suku bunga global yang mengalami kenaikan signifikan, namun di Indonesia masih cukup terkendali.
"Dalam situasi ekonomi yang tumbuh dan kapitalisasi market sehat, yield SBN bisa ditekan dan membaik. Dunia mengalami kenaikan suku bunga 500 basis poin. Sedangkan Indonesia yield-nya menurun. Ini sangat fenomenal," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN 2024 di Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (16/8).
Menurut Sri Mulyani, Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia yang 10 tahun local currency dibandingkan dengan US Treasury 10 tahun, perbedaannya semakin mengecil.
"Perbedaannya menjadi semakin mengecil di 216 basis poin, terendah di negara ASEAN atau emerging country G20," katanya.
"Menjadi pertanda Indonesia bisa menjaga persepsi dan confident, pada saat dunia alami turbulence suku bunga yang meningkat tajam," kata dia menambahkan.
Adapun suku bunga negara-negara di dunia bertahan di level tertinggi. Kondisi tersebut diprediksi akan bertahan cukup lama. Tingkat suku bunga AS saat ini berada di level 5,50 persen, naik 525 (basis point/bps) dari 0,25 persen di bulan Januari 2022.
Eropa, yang bertahun-tahun mempertahankan zero lower bound interest rate, telah menaikkan suku bunga sebanyak 425 bps sejak tahun 2022 menjadi 4,25 persen pada bulan Juni 2023.
Sementara tingkat suku bunga Inggris bahkan lebih tinggi di tingkat 5,25 persen atau telah naik 525 bps. Adapun tingkat suku bunga acuan Indonesia yang semula 3,50 persen mulai saat ini menjadi 5,75.
