Kumparan Logo

Sri Mulyani Sebut Meredanya Perang Dagang AS-China Bikin Rupiah Menguat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beserta jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beserta jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan perkembangan nilai tukar rupiah setelah meredanya perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China.

Menurut dia, sejak ada kesepakatan penurunan AS ke China membawa sentimen positif kepada nilai tukar rupiah.

“Exchange rate kita year to date, Januari ke akhir April adalah 1,6 persen depresiasi. Sejak retaliasi tarif diumumkan hingga bulan Mei tanggal 21 terjadi apresiasi,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa, di Kantor Kemenkeu, Jumat (23/5).

Berdasarkan paparan Sri Mulyani, nilai tukar rupiah sepanjang Januari hingga April 2024 atau year to date (ytd) depresiasi sebesar 1,9 persen. Namun setelah adanya kesepakatan AS dan China, nilai tukar rupiah apresiasi 9,7 persen.

“Makanya ini koreksi, jadi depresiasi year to date tapi dalam satu setengah bulan terakhir mengalami apresiasi,” imbuhya.

Kemudian untuk saham, mengalami tren positif baik secara ytd maupun setelah adanya sentimen positif dari meredanya perang dagang AS-China.

Dalam paparan Sri Mulyani dijelaskan, stock price index naik 0,9 persen secara ytd dan naik 9,7 persen setelah adanya tren positif meredanya perang dagang AS-China.

“Dan government bond yield kita yang sepuluh tahun pada hari ini mengalami penurunan 15 basis point. Dan kalau dari April sampai 9 Mei juga mengalami penurunan 17 basis point,” tuturnya.

Sri Mulyani memastikan penurunan pada government bond yield berarti positif. “Karena makin rendah yield-nya berarti beban untuk kami menungguin. Yield SBN kita posisi 21 Mei adalah 6,8 (persen). Itu artinya 223 basis point spread,” jelas Sri Mulyani.